Ngawi (beritajatim.com) – Peristiwa tragis menimpa keluarga di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun, berinisial AE , tewas tertabrak mobil pikap milik orang tuanya sendiri di halaman rumah, Senin (11/8/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.
Suasana haru menyelimuti Puskesmas Karangjati saat Istini (60), nenek korban, menangis histeris sambil menggendong jasad cucunya.
Ia bersikukuh tidak mau melepaskan tubuh mungil Arsyla, sehingga petugas kesulitan untuk membawa korban ke rumah sakit.
Korban merupakan anak kedua pasangan Anang Hadi Wicaksono (33) dan Kuswatun (31). Peristiwa bermula saat seorang karyawan keluarga, Aries Diantoro Putra (31), warga Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, hendak memindahkan mobil pikap pengangkut ayam milik majikannya. Mobil tersebut baru selesai dicuci di halaman rumah.
Saat mobil mulai dijalankan, Aries mengaku tidak melihat korban yang sedang berada di sekitar halaman. Tak lama, korban ditemukan tergeletak di bawah mobil dalam kondisi lemas.
Sang ibu kemudian bergegas membawa Arsyla ke Puskesmas Karangjati, namun nyawanya tidak tertolong. “Saya di belakang melihat anak itu sudah dibopong ibunya, tertabrak mobil sendiri yang habis dicuci dan berjalan maju,” kata Widodo, salah satu warga.
Kepala Dusun setempat, Aryanto Adi, menyebut kejadian ini merupakan musibah yang mengguncang warganya.
“Sopir menjalankan mobil, anak yang punya usaha ayam itu bermain di depannya, tewas tertabrak,” ungkapnya.
Sementara itu, pengemudi mobil, Aries Diantoro, mengaku kaget saat menyadari korban sudah berada di bawah kendaraannya.
“Sebelumnya anak itu main di dekat pos kampling. Terus saya naik mobil, jalan, tahunya sudah di bawah mobil saya. Syok, lalu dibawa ke puskesmas oleh ibunya,” ujarnya.
Kapolsek Karangjati, AKP Anang Hari Suseno, membenarkan kronologi tersebut. “Keterangan saksi, saat mobil habis dicuci, pengemudi tidak tahu ada anak bermain di depannya. Saksi di belakang melihat korban sudah tertabrak. Balita tewas di puskesmas, sopir sudah kami amankan,” jelasnya.
Setelah berbagai upaya dilakukan, sang nenek akhirnya merelakan jasad cucunya dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk visum. Polisi juga mengamankan mobil beserta pengemudinya ke Mapolres Ngawi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan orang dewasa terhadap keberadaan anak-anak di area rumah, terutama saat kendaraan sedang dipindahkan atau dijalankan. [kun]






