Surabaya (beritajatim.com) – Tumpukan sampah liar sepanjang 15 meter di Jalan Pakis, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, telah menjadi pemandangan sehari-hari selama empat tahun terakhir. Bau menyengat yang ditimbulkan membuat warga dan pengguna jalan kerap menutup hidung saat melintas di ruas jalan sempit tersebut.
Menurut warga setempat, Jadiq, sampah-sampah itu mulai menumpuk sejak empat tahun lalu. Meski pernah dibersihkan, dipasangi rambu peringatan, hingga dijaga petugas Satpol PP, kondisinya kembali seperti semula.
“Jadi bukan orang sini yang buang sampah di situ. Kalau orang sini semua ada tong sampahnya. Mereka yang buang sampah adalah warga luar yang mengendarai sepeda motor, lalu sampah dilempar gitu saja dan langsung pergi,” kata Jadiq kepada beritajatim.com, Senin (11/8/2025).
Upaya pencegahan, seperti pemasangan CCTV dan penangkapan pelaku, tak membuat pembuang sampah jera. Bahkan, pelaku sering kali berhasil kabur saat dipergoki warga.
“Ya kami, warga asli sini yang resah, sampah-sampah tersebut baunya ‘minta ampun’. Kami sudah kehabisan akal memerangi pelaku pembuang sampah sembarangan tersebut, yang selalu berhasil kabur saat dipergoki. Dan bahkan kami melalui RW telah memasang CCTV,” jelas pria berusia 60 tahun itu.
Jadiq menilai, perilaku tersebut menunjukkan minimnya kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap pemerintah memberikan sanksi tegas yang benar-benar membuat pelaku jera.
“Bukan bau lagi. Orang-orang yang melintasi jalan pasti risih. Kalau hujan juga sampahnya kebawa air kemana-mana. Sulit memang penanganannya, kalau bisa sanksinya itu tegas, dibawa ke Liponsos Keputih (merawat ODGJ),” pungkasnya. [ram/beq]






