Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa berkelanjutan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen UNESA bermitra dengan BUMDes Sambimadu, Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, untuk mengoptimalkan potensi jambu biji merah secara inovatif dan digital.
Kegiatan ini melibatkan tiga dosen, yakni Nurul Hasanah, Fitri Komala Sari, dan Irfan Ramis. Mereka mengusung tema “Optimalisasi Hilirisasi Jambu Biji Merah Berbasis Business Model Canvas” sebagai strategi menguatkan ketahanan pangan, ekonomi desa, dan kesehatan masyarakat.
Ketua pelaksana, Nurul Hasanah, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar peningkatan penjualan buah. “Kami ingin jambu biji merah menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan,” ujarnya.
Tahap awal kegiatan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan perangkat desa. Pertemuan ini bertujuan memetakan kebutuhan dan merancang strategi pengembangan produk jambu biji merah yang lebih berdaya saing.
Tim PkM UNESA kemudian memberikan pelatihan manajemen bisnis digital menggunakan Business Model Canvas (BMC). Materi meliputi pengenalan segmen pelanggan, nilai produk, strategi pemasaran, hingga model pembiayaan usaha.
Selain pelatihan manajemen, peserta juga dilatih membuat aneka olahan jambu biji merah bernilai tambah. Produk yang dikembangkan mencakup jus, smoothie, teh daun jambu biji, hingga serbuk instan yang praktis dan memiliki daya simpan lebih lama.
Salah satu peserta pelatihan mengaku sangat terbantu dengan materi yang diberikan. Ia menilai, pengetahuan baru tersebut membuat pengelolaan usaha menjadi lebih profesional dan produknya lebih menarik bagi pasar.
Kepala Desa Sambibulu, Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada tim dosen UNESA. “Inovasi ini membuka peluang bagi desa kami untuk memproduksi jambu biji merah dalam bentuk yang lebih variatif dan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.
Ketua BUMDes Sambimadu, Ahmad Irdhoni, juga mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan. Menurutnya, pelatihan ini memberi arah baru dalam mengembangkan usaha desa berbasis potensi lokal.
Dengan kombinasi inovasi produk, penguatan manajemen, dan edukasi kesehatan, BUMDes Sambimadu diharapkan mampu menjadi contoh desa mandiri. Langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.






