Bondowoso (beritajatim.com) – Sebanyak 498 rumah tangga di Kabupaten Bondowoso akhirnya memiliki sambungan listrik mandiri melalui program Instalasi Rumah ke Rumah yang digagas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Program ini menyasar warga yang sebelumnya belum memiliki meteran listrik, dengan seluruh biaya pemasangan ditanggung pemerintah.
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, menegaskan program tersebut bukan bantuan listrik gratis permanen. “Listrik tetap bayar karena PLN adalah perusahaan dan butuh pendapatan. Bedanya, kali ini pemasangan dibayar pemerintah. Jadi masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya,” kata legislator PKB itu.
Selain pemasangan instalasi gratis, warga juga mendapat token listrik senilai Rp300 ribu untuk digunakan sesuai kebutuhan rumah tangga. Tohari mengimbau warga tidak memberikan pungutan kepada pihak mana pun. “Jangan mau membayar kepada siapapun, jangankan Rp100 ribu, Rp50 ribu pun jangan. Kecuali kalau cuma menyuguhkan kopi dan gorengan untuk pekerja, itu tidak masalah,” ujarnya.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menyebut total penerima bantuan tahun ini tersebar di 31 desa. “Awalnya ada 200 rumah, lalu ditambah 298. Di acara di Maesan ini hadir 122 rumah tangga penerima, termasuk kepala desa,” ucapnya.
Meski rasio elektrifikasi Bondowoso telah mencapai 99,26 persen, secara riil masih banyak rumah belum teraliri listrik, terutama di pelosok. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim,” kata Agung.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mengungkapkan masih ada 31 dusun dan lebih dari 5.000 kepala keluarga yang belum menikmati listrik. “Dengan program ini yang menjangkau anggaplah 500 KK, kekurangannya masih sekitar 4.500 KK. Harapan kita, tuntas dalam satu periode kepemimpinan Bupati Ra Hamid dan Wabup Ra As’ad. Bantuan ini kapasitas bersubsidi 450 hingga 900 kWh dan bisa dianggarkan lewat APBD,” jelasnya.
Kepala Desa Bendelan, Kecamatan Binakal, Bambang Hartono, mengaku bersyukur warganya mendapat manfaat program tersebut. “Ada 16 KK yang hadir hari ini, pengajuan sejak 2022 baru terealisasi sekarang. Tahun ini kami ajukan 30 KK lagi. Sebelumnya banyak warga numpang listrik ke tetangga, satu meteran bisa dipakai 3-4 KK. Biaya pemasangan mandiri jadi kendala, untuk 450 kWh saja bisa mencapai Rp900 ribu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Jeruksoksok, Fawaid Ali. “Saya ajukan 125 KK, yang ACC 71 KK. Faktor geografis dan pembiayaan membuat warga belum punya meteran sendiri,” tuturnya. Dengan memiliki sambungan listrik sendiri, warga bisa lebih leluasa menggunakan peralatan rumah tangga, seperti membeli kulkas tanpa khawatir kekurangan daya.
Program Instalasi Rumah ke Rumah diharapkan memperluas akses listrik di Bondowoso, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok. [awi/beq]






