Bondowoso (beritajatim.com) – Aksi lingkungan bertajuk Kacong Jebbing Fo Green Fest yang digelar Paguyuban Kacong Jebbing, Minggu, 4 Januari 2025, mendapat sorotan dari komunitas pegiat lingkungan. Pendiri Sarkaspace, Ahmad Quraisy, menilai kegiatan tersebut sebagai sebuah gerakan yang menarik karena melibatkan komunitas lain dalam aksi nyata kepedulian lingkungan.
Menurut Uyes, sapaan karibnya, Paguyuban Kacong Jebbing yang selama ini dikenal cukup eksklusif menunjukkan langkah positif dengan membuka ruang kolaborasi bersama komunitas dalam isu lingkungan, khususnya persoalan sampah.
“Setelah aksi tadi, menurut kami ini sebuah gerakan yang menarik dari Paguyuban Kacong Jebbing. Mereka mau melakukan aksi dan mengajak komunitas,” ujarnya.
Namun demikian, Uyes menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi masalah serius, terutama rendahnya kesadaran masyarakat. Ia menilai, keberadaan tempat sampah tidak serta-merta menyelesaikan persoalan jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku. “Tempat sampahnya ada, tapi kesadarannya tidak ada. Yang paling parah memang kesadaran masyarakatnya,” tegasnya.
Ia menyoroti banyaknya sampah plastik berukuran kecil yang sulit terdeteksi, seperti bekas sedotan dan bungkus permen, yang tercecer di area lapangan dan tersembunyi di antara rumput. “Plastik kecil-kecil itu kalau tidak jeli, dia ada di rumput,” tambahnya.
Lebih lanjut, Uyes menyebut persoalan sampah sebagai masalah yang kompleks. Selain faktor masyarakat, ia juga menyinggung peran pemerintah yang dinilainya belum optimal, baik dari sisi sarana dan prasarana, edukasi, maupun penegakan aturan.
“Kompleks sekali. Pertama masyarakatnya sendiri, kedua peran pemerintah. Sarpras di alun-alun dan edukasinya kurang. Bicara Perbup dan Surat Edaran, penegakannya juga tidak ada,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti masih maraknya penggunaan plastik sekali pakai oleh pelaku UMKM tanpa pengawasan atau penindakan yang jelas. “Faktanya UMKM masih dengan mudah menghambur-hamburkan plastik sekali pakai,” pungkas Uyes.
Ia berharap, aksi-aksi seperti Kacong Jebbing Fo Green Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu mendorong perubahan nyata, baik dari sisi kesadaran masyarakat maupun kebijakan dan penegakan aturan oleh pemerintah. [awi/aje]






