Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengaku sering jadi sasaran kritik dan olok-olok di media sosial oleh warganet Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena aktivitasnya ke Jakarta.
“Kami melobi pemerintah pusat. Kami bolak-balik, walaupun kita dirasani kadang-kadang di medsos, kita cuekin saja. Maupun kita diolok-olok kadang-kadang, kita cuekin saja. Mau kita dihina-hina, sholawatin saja,” kata Fawait, dalam acara sosialisasi tugas dan fungsi BPK, di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (7/8/2025).
Fawait merasa perlu meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di Jember. “Kami membangun Jember tidak bisa hanya dengan APBD Kabupaten Jember,” katanya.
“Jember hari ini di mata investor kurang menarik, Kenapa? Karena kita tidak tidak tersambung dengan tol. Kita tidak punya pelabuhan. Bandaranya tidak beroperasi,” kata Fawait.
Bolak-balik ke Jakarta, titik terang mulai terlihat. “Insyaallah tidak lama lagi Bandara Jember kembali hidup dengan penerbangan Jember-Jakarta atau Jember-Bali,” kata Fawait.
Fawait juga menemui Menteri dan Wakil Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk membuka kemungkinan Jember dilewati jalan tol. “Hari ini di perencanaan Bapenas, alhamdulillah, sudah masuk, Jember ada tol dari Bondowoso ke Situbondo. Kapan pembangunannya? Doakan, mudah-mudahan bisa terbangun secepatnya,” katanya.
Sementara itu, Charles Meikyansah, anggota DPR RI dari Partai Nasional Demokrat untuk Daerah Pemilihan Jember-Lumajang, memuji perjuangan Bupati Fawait di Jakarta.
“Perjuangan Gus (Fawait) ketika ke Jakarta rasa-rasanya sudah sama-sama kayak orang ngamen. Dari pintu ke pintu, dia masuk. Dari pintu ke pintu, dia tawarkan gagasannya tentang Jember ke depan. Dari pintu ke pintu, dia minta agar Jember punya jalan tol. Dari pintu ke pintu, dia minta anggaran tambahan,” kata Charles.
Charles menyambut gembira rencana pembukaan kembali Bandara Notohadinegoro. “Saya berharap bandara ini memang sangat dibutuhkan. Saya dua hari yang lalu tanpa pengawalan patwal dan lain-lain, perjalanan dari Bandara Juanda ke Jember itu minta ampun. Sekarang keluar dari Leces, bisa (makan waktu) dua jam, tiga jam, empat jam, bahkan lima jam,” katanya.
Charles mengingatkan saat ini Jember berkompetisi secara sehat dengan daerah sekitarnya. “Kalau Jember tidak ingin ketinggalan dari daerah-daerah yang lain, maka dibutuhkan kekompakan. Keberhasilan Jember ke depan adalah keberhasilan Gus Bupati bersama kita semua,” katanya. [wir]






