Surabaya (beritajatim.com)- Banyak orang percaya bahwa bertambahnya usia menandakan kedewasaan. Namun demikian, tidak semua orang yang dewasa secara otomatis matang dalam cara mereka berpikir dan berperilaku. Bagaimana kita merespons hidup terutama ketika hal-hal tidak berjalan sesuai harapan adalah bagian dari kedewasaan.
Ketika seseorang mulai dewasa, salah satu tandanya adalah ketika mereka tidak lagi mudah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidup mereka. Ia mulai menyadari bahwa tidak ada keadilan di dunia ini, dan itu tidak masalah baginya.
Orang yang dewasa akan memilih menerima, belajar, dan memperbaiki langkah ke depan daripada marah atau kecewa terlalu banyak.
Kemampuan untuk mengontrol emosi juga merupakan tanda kedewasaan. Tidak berarti menahan semua perasaan. Sebaliknya, Anda harus tahu kapan harus berbicara, diam, dan mundur untuk kebaikan bersama. Menjadi dewasa berarti tidak selalu ingin menang. Ada saat-saat di mana memilih damai lebih penting daripada membuktikan identitas Anda.
Menariknya, luka seringkali membawa kedewasaan. Guru terbaik adalah kekecewaan, kehilangan, dan kegagalan. Mereka mengajarkan kita cara melihat hidup dengan lebih bijak dan cara memperlakukan orang lain dengan lebih baik. Dari pengalaman-pengalaman itu, kita belajar bahwa tidak semua hal perlu dibalas, pendapat tidak perlu dipaksakan, dan pertanyaan tidak perlu dijawab.
Orang dewasa juga lebih sering tidak reaktif terhadap hal-hal kecil. Sebaliknya, mereka lebih fokus pada hal-hal yang penting karena mereka tahu bahwa waktu, energi, dan perhatian mereka berharga dan tidak akan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak berguna.
Menjadi dewasa bukan berarti harus selalu kuat. Sebaliknya, dewasa berarti tahu kapan harus meminta bantuan, istirahat, dan mengakui bahwa kita lelah. Menjadi dewasa tidak berarti menutupi kekurangan Anda, tetapi membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri.
Kedewasaan pada akhirnya adalah proses, bukan tujuan. Ia tidak muncul dengan cepat; sebaliknya, ia muncul seiring kita menjadi lebih mengenal diri sendiri, lebih memahami orang lain, dan belajar menerima hidup seperti apa adanya. Yang penting adalah terus belajar; tidak perlu terburu-buru. [Imelda Faizza Indriani]






