Pasuruan (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Ariesta Yudi, melaksanakan kunjungan kerja ke Posyandu Anggrek di Dusun Meli’an, Desa Kejapanan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda monitoring pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kedatangan istri Bupati Pasuruan ini mendapat sambutan antusias dari para kader posyandu, perangkat desa, dan warga sekitar. Suasana keakraban pun tampak terasa karena lokasi tersebut merupakan kampung halaman dari drg. Merita.
“Di sini saya tumbuh besar dan punya banyak kenangan masa kecil,” ucapnya sembari tersenyum. Ia mengaku merasa terharu bisa kembali ke desa yang menjadi tempat bermain saat kecil.
Dalam kunjungan tersebut, drg. Merita meninjau langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil, balita, dan lansia. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengar langsung masukan dan keluhan terkait layanan kesehatan.
Menurutnya, Posyandu ILP merupakan upaya pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan primer ke masyarakat secara terpadu. Mulai dari imunisasi, pengukuran tumbuh kembang anak, hingga pelayanan kesehatan lansia dilakukan dalam satu tempat.
“Monitoring ini penting untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran,” jelas Merita. Ia menekankan pentingnya pemantauan rutin agar kendala-kendala teknis di lapangan bisa segera diatasi.
Ia mengajak seluruh aparatur desa dan kader posyandu untuk bersinergi mendukung pelaksanaan Posyandu ILP. Peran serta masyarakat, menurutnya, sangat krusial dalam keberhasilan program kesehatan berbasis komunitas ini.
“Posyandu harus dijadikan pusat edukasi sekaligus pelayanan kesehatan yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Ia pun berharap keberadaan Posyandu ILP mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Pasuruan.
Kepada Kepala Desa dan para kader, Merita juga berpesan agar menjalin komunikasi erat dengan tenaga medis setempat. Dengan sinergi yang baik, Posyandu akan semakin profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Jika kader-kader kita dibekali pelatihan yang memadai, maka pelayanan yang diberikan juga akan semakin berkualitas,” pungkasnya. Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan bantuan alat kesehatan untuk mendukung kegiatan posyandu. (ada/ted)






