Lumajang (beritajatim.com) – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Kabupaten Lumajang, Jawa Timur patut berbahagia. Sebab, sebagian dari mereka berkesempatan untuk mendapat kortingan masa hukuman atau remisi pada momen perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
Sedikitnya, Lapas Kelas II B Lumajang telah mengusulkan sebanyak 520 warga binaan yang berhak mendapat remisi. Jumlah ini terhitung melebihi setengah dari total 816 WBP yang sedang menjalani masa hukuman sampai, Selasa (5/8/2025).
Kepala Lapas Kelas II B Lumajang Mahendra Sulaksana mengatakan, narapidana yang diusulkan mendapat remisi Kemerdekaan RI ke-80 dipastikan telah memenuhi syarat.
Kriteria persyaratan yang ditetapkan agar narapidana bisa memperoleh remisi di antaranya adalah berkelakuan baik dan sudah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan.
“Jadi, ini dari jumlah total 816 wbp, yang sudah memenuhi syarat dan diajukan remisi itu sebanyak 520 orang. Kemudian ada 36 yang masih berproses karena remisi sebelumnya belum masuk,” terang Mahendra, Rabu (5/8/2025).
Menurutnya, terdapat sebanyak 296 warga binaan yang tidak bisa mendapat remisi. Hal ini disebabkan karena sebanyak 160 orang diantaranya masih berstatus sebagai tahanan. Sementara, 100 sisanya tidak bisa diusulkan karena belum memenuhi syarat administrasi.
“Ini untuk yang tidak dapat remisi ada 296, karena 160 itu statusnya masih tahanan, sedangkan yang 100 lagi tidak bisa di usulkan karena belum menjalani 6 bulan masa tahanan dan ada register F dan gagal integrasi,” tambah Mahendra.
Narapidana yang diusulkan mendapatkan remisi diakui akan mendapat pengurangan masa tahanan satu hingga maksimal enam bulan. Meski sudah diusulkan, Mahendra mengaku belum bisa memastikan apakah semua usulan akan diterima.
Sebab, kepastian putusan akan dikeluarkan langsung oleh Kementerian Hukum dan HAM paling cepat H-1 sebelum dilangsungkannya Upacara HUT RI.
“Tentu pemberian remisi di hari kemerdekaan ini jadi bentuk penghargaan yang diberikan kepada warga binaan. Semoga ini bisa memberi semangat bagi mereka untuk mengisi hari kemerdekaan dengan berperilaku lebih baik,” ungkap Mahendra. [has/aje]






