Sidoarjo (beritajatim.com) – Komunitas Angonponik, selaku mitra Mafindo Sidoarjo, resmi melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes To School. Sebuah program unggulan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.
Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan implementasi yang efektif di setiap wilayah.
Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk memahami Teknologi Kecerdasan Artifisial (KA), Etika dalam pemanfaatan KA, Manajemen Prompt, pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, pemanfaatan KA untuk pengelolaan kelas, serta pemanfaatan KA untuk peningkatan kinerja dan Administrasi.
Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan berkelanjutan.
Untuk pelatihan di Sidoarjo diikuti oleh 66 orang guru dari unit kerja sekolah dasar hingga SMA/SMK. Dipandu oleh dua orang trainer, masing-masing memaparkan tiga modul dan didampingi oleh empat asisten trainer saat praktek langsung melalui LMS.

Laurensius Raka selaku Trainer mengatakan bahwa setelah pelatihan para peserta melanjutkan proses pembelajaran secara daring melalui LMS Mafindo Institute dengan pendampingan intensif selama dua pekan.
“Para trainer dan asisten trainer berkomitmen untuk mendampingi peserta jika mengalami kendala dalam pembelajaran mandiri hingga menyelesaikan tugas dan mendapatkan sertifikat,” ucap saat berkegiatan di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Selasa (5/8/2025).
Korwil Mafindo Sidoarjo Inayah Sri Wardhani menambahkan pelatihan ini bertujuan menguji kemudahan penggunaan modul AI dan menilai fungsionalitas LMS untuk pembelajaran digital. “Kami menjaring masukan langsung dari para guru sebagai pengguna awal untuk kebutuhan evaluasi,” terangnya.
Para peserta yang ikuti program ini terlihat sangat antusias walaupun pelatihan tersebut berdurasi enam jam karena dikemas dengan baik dan materi disampaikan dengan lugas serta sederhana.
Trainer menyuguhkan contoh-contoh pemanfaatan AI untuk mempermudah pembuatan modul ajar dan media edukasi. Di sela kegiatan diselingi dengan ice breaking yang menyenangkan ditambah dengan dooprize berupa e-money.
“Kelas ini sangat menyenangkan dan merasa terbantu oleh Tim Mafindo yang menyajikan materi AI dengan baik. Saya dan rekan guru lainnya sangat terbantu memahami teknologi terbaru khususnya AI yang sangat berguna bagi kami mempersiapkan materi belajar mengajar termasuk adiministrasinya,” aku salah satu peserta yang juga guru BK SMP Spuber, Gelora Wahyu Wiratama,
Program ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengintegrasikan KA ke dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan relevan bagi siswa.
Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org , AVPN , dan Asian Development Bank (ADB) , serta melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan implementasi di seluruh wilayah Indonesia.
Seperti diketahui, Mafindo adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, Mafindo memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. Selain program anti-hoaks, Mafindo juga aktif dalam inisiatif pendidikan dan literasi digital, termasuk program AI Goes To School , untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh terhadap tantangan era digital. (isa/but)






