Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah terus menggencarkan program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari komitmen mewujudkan generasi emas Indonesia. Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 16 juta warga, termasuk siswa sekolah dan santri pondok pesantren di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis ini merupakan bentuk nyata dari realisasi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini menyasar semua kelompok, terutama anak-anak usia sekolah.
“Pemeriksaan ini sangat penting untuk deteksi dini. Banyak ditemukan gangguan penglihatan, masalah gigi, bahkan gula darah tinggi pada anak usia SMP,” ujar Pratikno saat menghadiri Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMPN 1 Padangan, Bojonegoro, Senin (4/8/2025).
Sebanyak 958 siswa mengikuti pemeriksaan kesehatan, sementara 100 siswa lainnya menjalani tes kebugaran yang digelar di lapangan basket sekolah. Kegiatan ini didukung oleh 80 tenaga kesehatan dari 10 Puskesmas di wilayah sekitar.
Menurut Pratikno, deteksi dini merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan anak-anak, menghindari jajanan tidak sehat, serta membatasi konsumsi gula dan minuman manis.
“Kalau sudah tahu masalah kesehatannya, tolong dijaga. Jangan biarkan anak-anak terus mengonsumsi makanan tidak sehat. Ini demi masa depan mereka dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Menko PMK juga menyoroti kurangnya aktivitas fisik di kalangan pelajar dan penggunaan gadget secara berlebihan. “Banyak siswa tak suka olahraga. Padahal, olahraga itu kunci mencetak SDM unggul. Penggunaan gawai lebih dari 7 jam per hari juga berdampak buruk, termasuk kelainan mata karena melihat ponsel sambil tiduran,” jelasnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong sinergi antara sekolah, guru, kepala daerah, dan orang tua untuk mengedukasi anak-anak mengenai gaya hidup sehat. Termasuk dalam upaya percepatan penurunan stunting dan implementasi program makan siang gratis di sekolah yang terus diperluas.
“Kalau anak-anak tidak sehat, semuanya tidak ada gunanya. Mari kita jaga kesehatan bersama, mulai dari rumah, sekolah, hingga masyarakat luas,” tutupnya.
Dalam kunjungan ke SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Pratikno turut didampingi Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/CPO Dedek Prayudi, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Kapolres, Dandim 0813, serta sejumlah OPD Pemkab Bojonegoro. [lus/beq]






