Situbondo (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Pantura Baluran, tepatnya di KM 253.200 arah Surabaya, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Minggu (3/8/2025) pukul 06.48 WIB.
Sebuah truk petikemas dengan nomor polisi H 8351 HA menabrak truk box bermuatan ikan segar bernomor polisi P 8066 UH di tikungan tajam menurun kawasan hutan Baluran.
Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan bahwa penyebab kecelakaan diduga karena truk petikemas yang dikemudikan Moch. Prasetyo (23), warga Prambon, Sidoarjo, mengalami rem blong.
“Truk petikemas datang dari arah yang sama, Situbondo ke Banyuwangi, dan mengalami rem blong saat menuruni tikungan tajam,” kata AKP Nanang pada BeritaJatim.com.
Alhasil, sopir tak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga menabrak bagian samping kanan truk box di depannya.
Benturan keras membuat kedua kendaraan terpental dan menghantam pagar tembok milik Puskesmas Wonorejo yang berada di sisi timur jalan. “Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” terangnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama, mengingat posisi dua kendaraan yang rusak parah dan sebagian menghalangi badan jalan. Arus lalu lintas sempat diberlakukan sistem buka-tutup selama evakuasi berlangsung.
“Evakuasi berjalan bertahap mulai dari bagian ekor truk, kemudian kabin truk box dan petikemas. Kedua kendaraan baru berhasil dipindahkan ke Pos Lantas Baluran sekitar pukul 15.51 WIB,” imbuhnya.
AKP Nanang juga menyebutkan bahwa sopir truk petikemas tidak memiliki SIM B II, begitu pula sopir truk box yang diketahui bernama Mega Natal Marchelino (27), warga Sumbermanjing Wetan, Malang, yang tidak mengantongi SIM B I.
Dari data kepolisian, truk petikemas mengalami kerusakan cukup parah pada kabin dan kontainernya terlepas.
Sementara truk box mengalami kerusakan di bagian depan, kaca pecah, dan box pendingin thermoking hancur. Muatan ikan segar pun tumpah berserakan di lokasi.
“Untuk kontainernya, kami masih menunggu alat berat berupa crane dari pihak ketiga. Namun secara umum, arus lalu lintas di lokasi sudah kembali normal,” pungkas AKP Nanang.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi kendaraan berat untuk selalu memastikan kondisi rem sebelum melintas di jalur ekstrem seperti Baluran. Pemeriksaan kelayakan kendaraan secara rutin juga menjadi kunci keselamatan di jalan raya. (awi/but)






