Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Wiyung Gang Melati, Kota Surabaya, mengeluhkan lonjakan tarif tagihan air dari PDAM Surya Sembada yang dinilai tidak wajar. Mereka mendapati bahwa tarif air yang semula dikategorikan sebagai tarif rumah tangga, diam-diam berubah menjadi tarif usaha tanpa adanya pemberitahuan resmi ataupun sosialisasi dari pihak PDAM.
Uciek, salah satu warga yang terdampak, mengaku terkejut ketika tagihan air bulanannya melonjak lebih dari dua kali lipat tanpa penjelasan yang jelas. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjalankan usaha apapun di rumah, namun justru dikenai tarif air seolah-olah sebagai pelaku usaha.
“PDAM-ku naik akeh (banyak), karena kena tarif usaha. Lha masalahnya aku nggak usaha apa-apa blas,” ujar Uciek melalui pesan WhatsApp, Sabtu (2/8/2025).
Uciek menambahkan, kondisi serupa juga dialami oleh banyak tetangganya di lingkungan sekitar. Awalnya, warga mengira lonjakan tagihan disebabkan oleh meningkatnya konsumsi air namun belakangan diketahui bahwa penyebabnya adalah perubahan kategori tarif dari rumah tangga menjadi tarif usaha.
“Warga sekarang ini banyak yang keberatan dengan tarif PDAM. Karena tiba-tiba kok lonjakan tinggi,” katanya.
Uciek mencontohkan pengalamannya yang semula hanya membayar sekitar Rp50 ribu per bulan, namun kini tagihan bulanannya konsisten di atas Rp100 ribu. Hal ini berlangsung cukup lama tanpa disadarinya.
“Punyaku wis lama, awale aku nggak paham. Wis setahun iki di atas Rp100 ribu terus, awale Rp50 ribuan,” jelasnya.
Ia pun baru mengetahui bahwa tarif air yang dikenakan padanya telah berubah tanpa pemberitahuan, dari tarif rumah tangga sebesar Rp1.300 per meter kubik menjadi tarif usaha sebesar Rp2.100 per meter kubik.
“Tak kira ya pemakaianku ancen akeh (memang banyak). Ternyata tarife berubah, awal Rp1.300 per kubik sekarang jadi Rp2.100 per kubik. Lha tarif Rp2.100 itu untuk usaha,” katanya.
Yang membuat warga semakin kecewa adalah tidak adanya sosialisasi atau surat pemberitahuan dari PDAM Surya Sembada terkait perubahan tersebut. Menurut Uciek, perubahan tarif itu dilakukan sepihak dan tanpa kejelasan administrasi.
“Ini semua tetanggaku naik semua. Tanpa sosialisasi, tanpa ada penjelasan apapun,” keluhnya.
Uciek bersama warga lain berharap PDAM Surya Sembada segera memberikan klarifikasi resmi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan perubahan tarif ini.
“Ini nggak fair, ga onok (tidak ada) sosialisasi langsung digepuk munggah ae (dinaikkan saja),” pungkasnya. [asg/beq]






