Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki momongan adalah harapan banyak pasangan suami istri. Namun, perjalanan menuju impian tersebut seringkali dipenuhi tantangan dan perjuangan panjang. Hal ini diceritakan langsung oleh Cynthia Lamusu, personel grup vokal Be3, dalam sebuah acara talkshow usai penayangan spesial film “Lyora: Penantian Buah Hati” di Studio XXI Pakuwon Mall Surabaya.
Cynthia Lamusu mengaku baru bisa meraih mimpinya setelah berjuang selama delapan tahun dan sempat berkonsultasi dengan sejumlah dokter kandungan. “Dokter Ivan (dokter kandungan Morula IVF Jakarta) adalah dokter ke-9,” ungkap Cynthia, Selasa (29/7/2025). Ia menuturkan, dirinya sempat merasa santai saat belum hamil di usia 3-4 tahun pernikahannya dengan Surya Saputra. “Saya anggap masih pengantin baru. Jadi merasa baik-baik saja,” tuturnya.
Namun, memasuki tahun ke-4 dan ke-5 pernikahan, penyanyi kelahiran 12 April 1978 ini mulai gelisah. Pertanyaan “kapan dan kapan punya anak?” menjadi beban emosional. “Pertanyaan seperti itu bagai pedang belati. Dan sampai rumah nangis, mewek,” urainya.
Cynthia menandaskan dirinya sudah menjalani berbagai upaya, termasuk inseminasi sebanyak dua kali, namun belum membuahkan hasil. “Di tahapan itu saya sudah pasrah. Ya sudahlah. Mungkin memang ditakdirkan untuk hidup berdua saja,” cetusnya.
Cynthia bersyukur memiliki pasangan yang sangat suportif dan selalu memberi semangat di tengah suasana sulit tersebut. “Akhirnya di tahun ke-6 saya coba program bayi tabung di Morula IVF di Menteng,” ujarnya. Perjuangan panjang Cynthia Lamusu dan Surya Saputra tidak sia-sia. Pasangan yang menikah pada tahun 2008 ini bahkan mendapatkan anak kembar, Atharva Bimasena Saputra dan Ataya Tatjana Aisyah Putri, yang lahir pada 20 November 2016.
Edukasi Kesuburan dan Film “Lyora: Penantian Buah Hati”
Pada kesempatan yang sama, dr. Benediktus Arifin MPH SpOG (K), dokter spesialis kandungan Morula IVF Jakarta, menegaskan bahwa selama ini kesalahan seringkali hanya ditimpakan pada wanita. Padahal, sekitar separuh penyebab pasangan belum memiliki anak disebabkan oleh faktor kesuburan pria.
Dokter Benediktus mengungkapkan bahwa pasien yang datang untuk konsultasi kehamilan lebih banyak adalah sang istri. “Saya punya pasien yang sudah jalani perawatan 5-6 tahun. Tetapi, suaminya tidak pernah mau datang. Padahal pemeriksaan pada suami juga penting,” imbuhnya. Menurut dr. Benediktus Arifin, program bayi tabung bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan buah hati. “Program hamil ada tiga. Jika cara alami dan inseminasi tidak berhasil, langkah akhirnya adalah (program) bayi tabung,” katanya.
Virgie Baker, produser film “Lyora: Penantian Buah Hati,” menyatakan hal senada. “Dalam keluarga, kalau tidak punya anak, pasti perempuan dulu yang diomongin dan disalahkan. Untuk itu, film ini hadir sebagai teman dan penyemangat dari para pejuang garis dua,” ucapnya seusai penayangan film.
Film “Lyora: Penantian Buah Hati” akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 7 Agustus 2025. Film ini mengisahkan Meutya (Marsha Timothy), seorang wanita karier yang berusaha memiliki keturunan di usianya yang tidak lagi muda.
Bersama suaminya, Fajrie (Darius Sinathrya), mereka menjalani berbagai program kehamilan, salah satunya bayi tabung. Dalam perjalanan tersebut, Meutya dan Fajrie menghadapi lika-liku hidup penuh kegagalan dan rasa kehilangan yang mendalam, namun tidak pernah pupus dari perjuangan dan pengharapan.[rea]






