Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Djoko Susanto mengunjungi warga di sekitar jalur Gunung Gumitir di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (26/7/2025). Ia juga bergabung dalam prosesi tumpengan atau berdoa bersama yang diselenggarakan warga sekitar, pekerja, dan pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelum perbaikan jalan dimulai.
Djoko datang tanpa didampingi petugas protokoler Pemerintah Kabupaten Jember. Bersama petugas kepolisian dan TNI, dia menyapa puluhan pemilik warung dan warga yang tinggal di tepi jalur Gumitir, termasuk ‘tukang awe-awe’ atau relawan lalu ;lintas. Kurang lebih ada 35 orang yang disapa Djoko dan mendapat bingkisan satu kantong beras.
Pembangunan jalur Gumitir yang merupakan jalur penghubung utama Kabupaten Jember dan Banyuwangi dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, 24 Juli-24 September 2025. Selama masa perbaikan jalur di kedua sisi kota ditutup sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.
Djoko mengatakan, pembangunan jalur Gumitir sedikit-banyak berdampak terhadap masyarakat. “Kira-kira apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyikapi dampak sosial akibat pembangunan, walau tidak lama. Tapi kalau masyarakat tidak punya penghasilan walau hanya dua bulan kan neser kiya (kasihan juga, red),” katanya.
“Oleh sebab itu, saya hadir ke sini dalam rangka melihat hal-hal demikian, memikirkan apa yang kira-kira bisa dilakukan. Sementara saya hanya bisa bantu alakadarnya,” kata Djoko.
Djoko berharap masyarakat sekitar jalur Gumitir diberi kesabaran. “Sabar tapi juga mencari peluang yang bisa digunakan untuk menyambung hidup selama dua bulan,” katanya.
Cak Mat, salah satu warga yang mengais rezeki di jalur Gumitir, mengatakan, masih bisa berharap pemasukan dari kegiatan panen kopi. “Alhamdulillah bisa nguli. Tapi kopi sendiri kan jangka waktunya pendek, mungkin setengah bulan. Ke depannya saya tidak tahu,” katanya.
Menurut Cak Mat, mayoritas pendapatan dari warga sekitar, termasuk janda-janda tua, berasal dari berjualan di warung. Dengan ditutupnya jalur Gumitir, maka bisa dipastikan pemasukan mereka pun bakal anjlok dan bahkan nihil. “Saya kepikiran nasib para janda itu,” katanya. [wir]






