Probolinggo (beritajatim.com) – Imbas dari penutupan Jalur Gumitir mulai terasa berat di jalur nasional Situbondo–Banyuwangi. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular hingga kawasan Taman Nasional Baluran dan Waduk Bajulmati, menyebabkan kemacetan parah yang melumpuhkan arus lalu lintas, terutama bagi kendaraan logistik dan bus antarkota yang menuju Pelabuhan Ketapang.
Ketua Organda Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, menyatakan bahwa situasi di jalur utara semakin tidak terkendali. “Hampir semua armada kami yang biasa melewati Gumitir kini harus memutar lewat Situbondo, tapi kemacetannya luar biasa. Jalur alternatif tak mampu menampung lonjakan kendaraan,” ujarnya.
Tommy menyebutkan, beberapa sopir melaporkan tidak bergerak selama lebih dari empat jam di kawasan Bajulmati. Salah satu bus Akas Aurora jurusan Yogyakarta–Banyuwangi bahkan tertahan semalaman di perbatasan Galekan.
Kondisi di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk pun turut memperburuk keadaan. Volume kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali masih tinggi, menyebabkan antrean panjang yang berdampak langsung pada jadwal keberangkatan dan distribusi logistik.
Melihat situasi ini, Organda Kota Probolinggo merekomendasikan agar masyarakat maupun pelaku usaha menunda perjalanan darat menuju Bali hingga kondisi lalu lintas membaik. “Kami imbau masyarakat yang tidak mendesak agar menunda keberangkatan. Ini untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,” tegas Tommy.
Ia juga mendesak pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kepadatan, termasuk pengaturan arus kendaraan dan koordinasi antarinstansi. “Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi menyangkut kelangsungan layanan transportasi dan logistik lintas pulau,” pungkasnya. [ada/beq]






