Bondowoso (beritajatim.com) – Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan pernyataan menarik dalam sambutannya pada malam refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di aula DPC PKB Bondowoso, Selasa (22/7/2025).
Di hadapan kader dan pengurus partai, Bupati yang akrab disapa Ra Hamid itu menyebut bahwa saat ini PKB memiliki posisi strategis dalam roda pemerintahan Kabupaten Bondowoso.
“PKB Bondowoso memiliki saham komisaris utama di dalam Pemkab Bondowoso,” kata Ra Hamid dalam sambutannya.
Dirinya bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i diusung salah satunya oleh PKB dalam Pilkada 2024 lalu. Sehingga Ra Hamid – Ra As’ad berkewajiban menunaikan visi dan misi partai.
“Diberangkatkan oleh PKB, dan tentu berkewajiban melaksanakan visi misi, sejarah, dan tradisi organisasi,” tegasnya.
Menurut Ra Hamid, usia PKB yang kini memasuki tahun ke-27 menggambarkan fase transisi dari remaja menuju dewasa. Ia menilai, perjuangan politik partai berlambang bintang sembilan itu sudah semakin matang.
“Perjuangan PKB sudah mantap dan cukup menorehkan sejarah. Banyak yang telah diperbuat dan banyak bakti yang telah dilakukan,” nilainya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso H. Ahmad Dhafir menyampaikan bahwa partainya tidak hanya bertanggung jawab atas pencalonan pasangan Rahmad (Ra Hamid – Ra As’ad), tetapi juga mengawal jalannya pemerintahan.
“Di tahun 2024, PKB mengusung pasangan Rahmad. Maka, tanggung jawab kita tidak berhenti di pencalonan dan pemenangan saja. Kita punya tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan yang telah kita dukung,” ujarnya.
Sebagai informasi, pasangan Abdul Hamid Wahid – As’ad Yahya Syafi’i (RAHMAD) menang dalam Pilkada Bondowoso 2024 setelah diusung oleh koalisi PKB (16 kursi), Partai Golkar (7 kursi), dan Partai Gerindra (4 kursi).
Mereka mengalahkan pasangan Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir (BAGUS) yang didukung oleh PPP (7), PDIP (5 kursi), Partai Demokrat (3 kursi), PKS (2 kursi), dan Partai Gelora (1 kursi). (awi/but)






