Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir angkat bicara terkait cedera serius yang dialami penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny. Ia menegaskan bahwa cedera merupakan risiko alami dalam dunia sepak bola.
“Cedera itu bagian dari risiko di sepak bola. Ragnar Oratmangoen juga cedera, tapi tidak ada yang menyalahkan dia atau timnya. Victor Dethan juga belum bisa bermain, lalu apa harus klubnya disalahkan? Jangan begitu,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Akibat cedera tersebut, Ole Romeny harus menjalani operasi dan hampir pasti absen dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan berlangsung Oktober mendatang.
Erick mengingatkan bahwa menyalahkan individu atau klub atas cedera pemain justru dapat merusak atmosfer sepak bola nasional yang sedang berkembang.
“Nanti saya dibilang anti-kritik, padahal yang penting itu fokus ke solusinya. Bukan saling menyalahkan,” tegasnya.
Erick juga menjelaskan bahwa risiko cedera menjadi alasan utama mengapa PSSI terus mendorong proses regenerasi di tubuh Timnas Indonesia, mulai dari kelompok usia U-17, U-20, hingga U-23. Ia menyebut bahwa stok pemain di beberapa posisi masih perlu diperkuat.
“Kita sudah siapkan pelapis. Di bek kiri ada tiga pemain, di kanan juga. Tapi lini tengah dan depan masih agak tipis. Itu yang sedang kami dorong,” jelasnya.
Salah satu nama yang disebut ikut dipantau adalah striker muda Jens Raven, yang tampil impresif bersama Timnas U-23 di ASEAN Cup U-23 2025.
Meski begitu, Erick menegaskan bahwa promosi ke tim senior harus melalui proses bertahap. “Main dulu di U-23. Kalau bagus, bisa naik. Tapi jangan buru-buru besar kepala,” tuturnya. (faw/ian)






