Jakarta (beritajatim.com) – Cedera parah yang menimpa Ole Romeny akibat pelanggaran keras bek Arema FC dalam laga Piala Presiden pekan lalu, menjadi kabar buruk bagi Timnas Indonesia.
Penyerang Oxford United ini terancam absen di sejumlah agenda penting, menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa yang akan mengisi kekosongan di lini depan Skuad Garuda.
Nama Jens Raven, penyerang muda yang baru saja tampil gemilang bersama Timnas U-23, langsung mencuat sebagai salah satu kandidat. Namun, seberapa besar peluangnya?
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memastikan bahwa Ole Romeny kemungkinan besar tidak akan tampil pada dua laga uji coba FIFA Match Day September mendatang melawan Kuwait dan Lebanon.
Mengenai peluangnya di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober, Sumardji hanya bisa berharap. “Ya doakan saja lah mudah-mudahan kita di round 4 Ole bisa main,” ujarnya pasrah.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan Jens Raven menggantikan peran Ole, terutama setelah Raven mencetak enam gol saat Timnas U-23 melibas Brunei Darussalam, Sumardji memberikan pandangan realistis.
Menurutnya, kualitas kedua pemain ini masih sangat jauh berbeda. Ia juga menyoroti bahwa enam gol Raven tercipta ke gawang tim yang secara kualitas masih di bawah rata-rata seperti Brunei di Pial AFF U-23 2025.
“Ya terlalu jauh lah. Kita jangan melihat pertandingan tadi karena masih ada lawan Filipina, mereka juga baru saja mengalahkan Malaysia, dan nanti kita akan lawan Malaysia,” jelas Sumardji, merujuk pada level kompetisi yang berbeda antara Timnas U-23 di Kejuaraan ASEAN dan Timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia.
Di sisi lain, Ketua Umum PSSI yang juga pemegang saham tim Oxford United, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Ole Romeny harus segera menjalani operasi.
Terkait potensi promosi pemain muda seperti Jens Raven ke tim senior, Erick menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada tim pelatih.
“Nanti pelatih yang menilai. Mereka akan lihat seperti apa talenta pool yang ada dan siapa yang bisa dimaksimalkan,” ujar Erick di Jakarta.
Erick juga menekankan pentingnya kedalaman skuad dalam sepak bola modern, terutama dengan jadwal padat dan risiko cedera yang tinggi.
“Itulah kenapa isu waktu istirahat pemain juga jadi sorotan di Piala Dunia Antarklub kemarin. Ini bagian dari sepak bola modern,” ujarnya. (faw/ian)






