Malang (beritajatim.com) – Atap tiga ruang kelas Madrasah Aliyah (MA) Al-Hisi di Dusun Sidodadi, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang tiba-tiba ambruk, Rabu(16/7/2025). Tiga dari enam lokal bangunan di tempat itu luluh lantak.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat atap bangunan ambruk, siswa siswi yang berada di kantin sekolah sempat menjerit histeris. Mereka berhamburan keluar ruangan.
Kepala MA Al-Hisi, Amiruddin S.Pdi menerangkan, kejadian itu sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, sebagian siswa sedang sarapan di kantin sekolah. Akibat kejadian ini, pihak sekolah harus mengalami kerugian hingga Rp 35 juta.
Dikatakan Amir, diduga ambruknya atap bangunan dampak dari tiupan angin kencang yang terjadi hampir semalam suntuk itu. Selain terjadi kerusakan total pada bagian atap di tiga ruangan, makanan di kantin sekolah rusak dan tidak bisa dijual kembali.
Beberapa perabotan kantin juga rusak. Termasuk barang berharga di dalam gudang sekolah ikut terhempas reruntuhan bangunan.
“Paska kejadian ini, kami akan mencari terobosan dana untuk renovasi gedung. Meskipun tidak melalui jalur pemerintah, dengan melalui para donatur, kami berharap agar kerusakan Sarpras ini bisa segera kami perbaiki,” ucap Amir.
Amir menjelaskan, satu tahun lalu, 6 ruangan di lembaga itu masih dipergunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tetapi setelah lembaga sekolah dengan 150 siswa ini memiliki gedung baru, gedung itu pun dikosongkan. Meski demikian, sebagian ruang kelas itu masih dimanfaatkan untuk kantin termasuk gudang.

Sementara itu, Ridwan seorang tokoh masyarakat Desa Ringinsari berharap, adanya simpatisan dari para donatur. Ridwan juga berharap ada perhatian dari pemerintah atas musibah yang menimpa lembaga sekolah tersebut.
“Meski kondisinya luluh lantak seperti ini, gedung itu harus ada perbaikan. Agar tetap berfungsi seperti halnya untuk menyimpan barang-barang termasuk area kantin,” ucapnya.
Hal sama juga di tuturkan Achmad Sa’i, sajah satu Pengurus Yayasan Al-Hisi. Pihaknya juga meminta adanya perhatian dari pemerintah setempat, termasuk Pemkab Malang untuk membantu perbaikan.
“Secepat mungkin bangunan itu kita bongkar total dengan sistem gotong royong bersama masyarakat. Dalam pembongkaran itu juga tanpa lepas dari pendanaan. Untuk itu kami mohon keikhlasan semua pihak untuk memberi bantuan,” pungkasnya. (yog/but)






