Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menekankan pentingnya etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan semangat patriotisme dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang digelar pada 2, 3, 4, dan 6 September mendatang.
Mengusung tema “Merah Putih Mengakar, Patriotisme Berkobar”, PKKMB 2025 dirancang tak hanya sebagai seremoni penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan literasi teknologi generatif.
“Kami ingin mahasiswa tetap mencintai Tanah Air dalam kondisi apa pun dan percaya bahwa Indonesia bisa bangkit menjadi lebih baik,” ujar Koordinator Sie Acara PKKMB 2025, Dinda Lisna Amilia, Selasa (15/7/2025).
Dinda menyebut, materi wawasan kebangsaan akan disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945. Selain itu, Wakil Rektor I juga akan mengenalkan lima basis nilai Untag Surabaya, sebagai landasan pembentukan karakter mahasiswa.
Di sisi lain, Untag juga menjawab tantangan zaman dengan menyisipkan materi etika penggunaan AI, baik secara teoritis maupun praktis. Edukasi ini mengacu pada Buku Panduan Penggunaan Generative AI dalam Pembelajaran Perguruan Tinggi yang diterbitkan Kemendikbudristek Juni 2025.
“Kami ingin membentuk generasi mahasiswa yang cakap teknologi, namun tetap beretika dan bertanggung jawab,” tambah Dinda.
Sebagai gebrakan, Untag menargetkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pembuatan komik berbasis AI bertema patriotisme secara serentak oleh ribuan mahasiswa baru. Aktivitas ini menjadi simbol sinergi antara kecanggihan teknologi dan nilai-nilai kebangsaan.
Tak hanya itu, permainan treasure hunt juga akan hadir kembali dengan inovasi berbasis aplikasi buatan tim internal kampus. Acara puncak PKKMB dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2025 dalam bentuk Campus Expo, dan akan ditutup dengan penampilan spesial dari grup musik Juicy Luicy, sesuai hasil polling civitas akademika.
“Kami ingin PKKMB 2025 menjadi langkah awal mencetak generasi unggul, adaptif, dan siap bersaing secara global,” pungkas Dinda. [ipl/but]






