Sidoarjo (beritajatim.com) – Di tengah dugaan banyak sekolah yang pendaftaran muridnya melebihi pagu, malah SDN Banjarpanji dan SDN Banjarasri Tanggulangin hanya sepi peminar. Pendaftaran siswa baru dikedua sekolah tersebut, diikuti sekitar 6 dan 8 siswa saja.
Bisa mungkin kedua sekolah tersebut sepi peminat karena saat musin hujan tiba kadang tergenang. Akibatnya, banyak wali murid warga sekitar, lebih memilih memasukkan anak-anaknya di sekolah swasta.
Sulis Indawati kepala sekolah SDN Banjarasri Tanggulangin menerangkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan ke warga, bahkan memberikan reward bagi siswa baru yang mau masuk ke sekolahnya.
Namun yang terjadi, wali murid lebih memilih sekolah swasta lain yang memang tidak terkena banjir. “Ya bagaimana lagi, karena kondisi sekolah kita kebanjiran tiap musim hujan,” ujar Sulis.
Sulis menambahkan pada SPMB tahun kemarin, SDN Banjarasri mendapatkan 10 murid baru. Sedangkan tahun 2025 ini, jumlah siswa baru yang masuk hanya 8 siswa, dari jumlah ideal 24 siswa baru. “Kita bersyukur masih ada siswa yang sekolah di sini,” imbuhnya.
Kondisi banjir tahunan yang terjadi di dua sekolah SDN ini, memang membuat hari libur sekolah menjadi lebih panjang daripada hari aktif. Apalagi ketika hujan deras dan ruang kelas tergenang air, bisa dipastikan siswa sekolah mengikuti pelajaran dengan sistem daring.
Kondisi banjir yang terjadi, rencananya akan diselesaikan dengan peninggian jalan masuk dan area sekolah. Namun kapan, atau bulan berapa pelaksanaan peninggian itu akan dikerjakan, masih belum tau pasti. “Informasinya mau ditinggikan o pemerintah, namun kapan pelaksanaannya saya tidak tahu,” tutup Sulis. [isa/aje]






