Yogyakarta (beritajatim.com)– Sebanyak 12 model disabilitas dari Surabaya sukses mencuri perhatian dalam perhelatan Jogja Fashion Trend (JFT) 2025 yang digelar di Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel. Mereka tampil percaya diri di bawah naungan Fira Modeling Disabilitas Surabaya, berkolaborasi dengan label busana Tunik Putri yang merancang khusus koleksi batik fosfor bercahaya.
Dengan tema besar Cultural Fusion, ajang tahunan ini menghadirkan 81 desainer dari berbagai penjuru Indonesia. Namun, penampilan Fira Modeling Disabilitas pada Sabtu (12/7/2025) sesi pertama pukul 13.00 menjadi salah satu momen paling mengharukan sepanjang acara.
Tampil Memukau Meski Menggunakan Kursi Roda
Fira Modelling Disabilitas Surabaya berkolaborasi Tunik Putri menampilkan model disabilitas sebanyak 12 orang. Salah satu model, Farhan, harus menggunakan kursi roda untuk tampil di runway.
Farhan, tampil percaya diri meski harus menggunakan kursi roda. Di tengah panggung yang dibuat temaram dengan pencahayaan minimalis, busana batik fosfor yang ia kenakan menyala indah, menciptakan efek visual yang memukau dan menyentuh hati para penonton.
Banyak hadirin meneteskan air mata melihat semangat para model disabilitas. “Di backstage kami semua menangis, terharu melihat semangat mereka,” ungkap Putri Aprilia, desainer Tunik Putri yang merancang busana spesial untuk para model berkebutuhan khusus ini.
Esti Yuniarti dan Misi Inklusif Fira Modeling
Fira Modeling Disabilitas didirikan oleh Esti Yuniarti pada tahun 2021. Lembaga ini mewadahi anak-anak disabilitas, kecuali tuna netra, dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Gresik, Sidoarjo, Kediri, hingga Bangkalan.
“Ide awalnya dari anak saya sendiri, yang merupakan model tuna rungu dan pernah tampil di Turki serta Malaysia. Dia ingin teman-temannya juga percaya diri dan punya kesempatan yang sama,” jelas Esti.
Panggung Inklusif yang Menginspirasi
Koreografi penampilan ini ditata oleh Nyudi Dwijo Susilo dan Chico Bahtiar, memastikan setiap gerakan model dapat tampil elegan meski dengan keterbatasan fisik. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa dunia fashion Indonesia mulai bergerak menuju keberagaman dan inklusi.
JFT 2025, Ruang Unjuk Karya Desainer Muda hingga Internasional
Selain Fira Modeling Disabilitas, JFT 2025 juga dimeriahkan oleh banyak nama besar dan desainer muda. Perancang busana asal Singapura, Hayden Ng, tampil memukau lewat delapan busana kasual bertema Singapura yang chic dan modern.
Desainer asal Malang, Agus Sunandar, juga menunjukkan karya urban kontemporer dari label Samsuga, sementara Martin dari Blitar menghadirkan menswear rustic dengan sentuhan tenun Kediri dan Jepara.
Perancang busana dari berbagai kota menyambut antusias gelaran ini. “Yogyakarta punya heritage kuat, batiknya tak tergantikan. Tiap JFT selalu ada rindu untuk kembali,” ujar Agus.
Jogja Fashion Trend (JFT) 2025. Penyelenggara Yayasan Fashion Jogja Istimewa. Digelar di Ballroom The Rich Jogja Hotel 11-13 Juli 2026. Event organizer Asmat Pro, koreografer Nyudi Dwijo Susilo dan Chico Bachtiar. Diikuti 81 desainer Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan. Juga desainer Singapura Hayden Ng.
Project Director JFT 2025 Afif Syakur mengaku apresiasi dengan kehadiran desainer desainer muda mumpuni bahkan menyajikan karya luar biasa. Afif kemudian bercita cita suatu Ketika JFT ini tak hanya diadakan di Yogyakarta namun bisa ke luar negeri seperti Singapura atau bahkan Eropa. Ia juga bercita cita jika kedepannya nanti Pasar Beringharjo Yogyakarta dapat diubah menjadi panggung megah menghadirkan kolaborasi desainer handal dan bakul pasar.
Sementara Creative Director JFT 2025 Phillip Iswardono berharap even JFT tetap terus memberikan manfaat dan mengispirasi dunia fashion nasional. [aje]






