Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPT SMPN 30 di Kecamatan Sidayu, Gresik. Ini karena pembangunan gedung sekolah yang baru di Desa Racitengah belum kelar.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, dr Ummi Khoiroh mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian pinjam pakai SMPN 30 untuk pembelajaran sementara tahun 2025-2030.
“Nantinya 75 siswa Sekolah Rakyat pembelajaran sementara di UPT SMPN 30. Jika gedung baru sudah selesai akan dipindah,” katanya, Minggu (13/7/2025).
Ummi menuturkan, perjanjian pinjam pakai proses pembelanjaran tersebut telah dilakukan oleh Bupati Gresik di Kantor Kementrian Sosial (Kemensos) dua hari lalu di Jakarta.
“Bupati Gresik sudah menandatangani perjanjian pinjam pakai selama setahun,” tuturnya.
Jika tidak ada kendala tambah Ummi, siswa Sekolah Rakyat akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dibuka oleh Wabup Gresik.
“Saat ini tercatat ada 75 siswa untuk jenjang SMA telah siap mengikuti kegiatan belajar yang dijadwalkan akhir Juli 2025,” imbuhnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan dirinya memiliki target yang luar biasa untuk lulusan Sekolah Rakyat bisa diterima di perguruan tinggi negeri terbaik. Sehingga, mereka bisa memiliki peluang kerja lebih baik mengangkat keluarganya dari kemiskinan.
“Mudah-mudahan lulusan Sekolah Rakyat bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan,” urainya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat yang dinisiasi Presiden Prabowo Subianto masuk ke dalam program Asa Cita. Sekolah ini diperuntukan bagi warga miskin yang tidak mampu. Ada 100 Sekolah Rakyat yang tersebar di tanah air. Salah satunya di UPT SMPN 30 Sidayu Gresik. [dny/but]






