Magetan (beritajatim.com) – Penjualan sepeda listrik di kawasan Pasar Legi, Kecamatan Barat, Magetan mengalami peningkatan signifikan. Firman Sugiono, pemilik toko sepeda listrik setempat, mencatat lonjakan penjualan hingga 30 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyebut, tren ini didorong oleh tingginya minat pelajar tingkat SD kelas 5–6 hingga SMP yang menggunakan sepeda listrik untuk ke sekolah, belanja, hingga kegiatan les.
“Yang paling laris itu di harga Rp3 jutaan karena terjangkau untuk kalangan daerah sini,” ungkap Firman.
Di tokonya, harga sepeda listrik bervariasi mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp10 juta. Produk dengan harga tertinggi sudah tergolong motor listrik dan dapat diurus surat-surat kendaraan resminya seperti STNK dan BPKB melalui Samsat terdekat.
Dari segi performa, sepeda listrik yang dijual mampu menempuh jarak sekitar 40 km dalam sekali pengisian penuh. “Kalau dipakai dekat-dekat bisa sampai dua sampai tiga minggu baru diisi ulang,” jelasnya. Proses pengecasan sendiri memakan waktu sekitar enam jam hingga penuh.
Menurut Firman, efisiensi menjadi alasan utama konsumen beralih ke sepeda listrik. “Tidak perlu beli bensin, perawatannya juga lebih mudah. Belum ada regulasi pajak atau plat nomor dari kepolisian,” tambahnya. [fiq/ian]






