Bondowoso (beritajatim.com) – Festival Muharram 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso sejak 6 hingga 12 Juli 2025 di Alun-alun RBA Ki Ronggo, tidak hanya menggeliatkan ekonomi UMKM, tetapi juga memunculkan persoalan sampah yang cukup serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso mencatat, volume sampah selama festival mencapai rata-rata 1,5 ton per malam.
Event yang menghadirkan ratusan pelaku UMKM serta berbagai instansi pemerintahan ini ramai dikunjungi warga. Setiap malam lapangan alun-alun dipenuhi pengunjung yang duduk santai menikmati sajian panggung hiburan. Namun sayangnya, banyak dari mereka yang tidak membuang sampah pada tempatnya.
Pantauan BeritaJatim.com pada Jumat (11/7/2025) malam sekitar pukul 21.00–22.00 WIB menunjukkan kondisi alun-alun yang kumuh dengan sampah plastik dan organik berserakan di sekitar pengunjung. Tidak tampak adanya imbauan langsung dari panitia untuk menjaga kebersihan selama acara berlangsung.
Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati DLH Bondowoso, Syahrial Fary, mengakui bahwa festival ini membawa dua sisi dampak sekaligus. “Memang ekonomi UMKM meningkat tapi dampak lingkungan akibat sampah juga ikut meningkat,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025).
Syahrial menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tempat sampah non permanen di sekitar lokasi festival, selain tempat sampah permanen yang memang sudah terpasang di kawasan alun-alun. Namun masalah utama terletak pada rendahnya kesadaran pengunjung.
“Setiap malam kami siagakan dua kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah ke TPS Pasar Induk. Itu masing-masing bisa bolak-balik tiga kali,” ungkapnya.
Menjelang malam puncak penutupan festival pada Sabtu (12/7/2025) yang akan diisi acara sholawatan, DLH memperkirakan volume sampah bakal melonjak hingga 2 ton. “Pengunjung pasti membludak dengan membawa makanan dan minuman, biasanya sampah langsung dibuang di sekitar tempat duduk,” tutur Syahrial.
Untuk mengantisipasi membludaknya sampah, DLH Bondowoso akan menambah jumlah personel kebersihan dari enam orang menjadi lima belas orang khusus di malam puncak.
“Kalau malam-malam sebelumnya, teman-teman bekerja dari jam 10 malam sampai jam 1 dini hari. Nanti kita tambah personel supaya alun-alun lebih cepat bersih,” pungkasnya. [awi/beq]






