Jombang (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Jombang. Drs. H. Ali Fikri, mantan Bupati Jombang dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah pemerintahan daerah ini, wafat di Jakarta pada Kamis malam, 10 Juli 2025. Ucapan belasungkawa pun mengalir, salah satunya dari Bupati Jombang saat ini, H. Warsubi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat kehilangan sosok Pak Ali Fikri. Beliau menunjukkan dedikasi dan ketegasan luar biasa,” ujar Bupati Jombang, H Warsubi, Jumat (11/7/2025).
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan duka mendalam. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tambahnya.
Ali Fikri dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati namun tegas dalam menjalankan kebijakan. Ia lahir di Desa Sumobito, Jombang, pada 22 April 1961. Karier profesionalnya dimulai sebagai guru dan pegawai negeri sipil di Kementerian Agama sebelum beralih ke dunia pemerintahan dan politik.
Pada periode 2003–2008, Ali Fikri menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang mendampingi Bupati Suyanto. Ketika Suyanto mencalonkan diri kembali dalam Pilkada 2008 dan harus mundur dari jabatan, Ali Fikri secara otomatis diangkat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Jombang.
Ia dilantik pada 12 Juni 2008 dan mengakhiri masa tugasnya pada 23 September 2008. Masa jabatannya hanya berlangsung selama 103 hari, menjadikannya bupati dengan masa kepemimpinan tersingkat di Jombang.
Meskipun singkat, periode kepemimpinan Ali Fikri diingat publik karena keberaniannya dalam mengambil sejumlah kebijakan strategis. Ia menginisiasi program insentif bulanan bagi para hafidz dan hafidzah, serta mendorong transparansi anggaran dengan membuka akses publik terhadap data APBD. Ia juga menaruh perhatian pada isu-isu darurat seperti penanganan banjir Kali Gunting dan optimalisasi pengairan di Bendungan A. Yani dan Balongsono.
Keberpihakan Ali Fikri kepada masyarakat kecil, kedekatannya dengan kalangan pesantren, serta perhatiannya terhadap pendidikan keagamaan membuatnya dikenang sebagai pemimpin yang merakyat. Sikapnya yang tenang namun tegas menjadi teladan tersendiri bagi banyak kalangan birokrat muda di Jombang.
Bupati Warsubi mengajak masyarakat untuk meneladani semangat pengabdian Ali Fikri. “Mari kita doakan bersama, semoga seluruh amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan semangat pengabdian beliau menjadi teladan bagi kita semua untuk terus membangun Jombang yang lebih baik,” tutup Warsubi penuh harap. [suf]






