Lamongan (beritajatim.com) – Tokoh nasional dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Said Aqil Siradj, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pilar utama dalam menjaga arah peradaban bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi.
Pernyataan itu disampaikan Kiai Said Aqil, saat memberikan kuliah umum bertema “Perguruan Tinggi sebagai Pilar Peradaban: Merajut Keislaman dan Kebangsaan di Era Digital” yang digelar Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Kamis (10/7/2025).
Dalam paparannya di Hall Seminar Gedung Manaqib Kampus Unisda, Kiai Said menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter, menjaga nilai, serta merawat moralitas bangsa.
Said Aqil menambahkan, integrasi antara keislaman dan kebangsaan dalam pendidikan, menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang inklusif, damai, dan berkeadaban tinggi.
“Perguruan tinggi tidak hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga tempat memproduksi nilai. Kampus harus mampu menjadi penjaga moral bangsa, pengarah peradaban, dan peredam polarisasi sosial di era digital ini,” ucapnya.
Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Kiai Said Aqil Siradj, yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Agama Islam Unisda sejak 1990-an.
Hafidh juga memaparkan perkembangan signifikan kampus, mulai dari peningkatan akreditasi, rencana pendirian Fakultas Kedokteran, hingga capaian dosen di tingkat doktoral.
“Unisda berkomitmen memberikan akses pendidikan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk lebih dari 1.000 penerima beasiswa. Unisda juga terus memperluas jaringan internasional, seperti kerja sama dengan pemerintah otonomi Bangsamoro di Mindanao, Filipina, dalam pengembangan madrasah pascakonflik,” kata Hafidh.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Senat Unisda, M. Afif Hasbullah, turut memberikan apresiasi atas pentingnya tema yang diangkat sebagai bentuk ikhtiar Unisda dalam menjawab tantangan zaman.
Kuliah umum ini juga dihadiri berbagai tokoh dari kalangan akademisi, agama, dan pemerintahan, menunjukkan sinergi antara Unisda dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang unggul secara intelektual, kokoh secara moral, dan visioner secara kebangsaan.
“Melalui kegiatan ini, Unisda kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya melahirkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berperan sebagai pusat pencerahan nilai, pemikiran, dan kebangsaan,” ucapnya. (fak/ted)






