Surabaya (beritajatim.com) – Semester pertama dalam tahun 2025 atau sejak Januari hingga Juni, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengklaim telah menangkap 250 pelaku curanmor yang beraksi di Surabaya.
“Pelaku curanmor selama enam bulan ini kurang lebih hampir 250-an pelaku yang kami lakukan penangkapan. Untuk itu sama-sama mari kita lakukan upaya-upaya peningkatan kewaspadaan,” katanya, Selasa (08/07/2025).
Dengan klaim tersebut, artinya Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajaran telah mengamankan 9 sampai 10 pelaku curanmor dalam waktu seminggu. Walaupun begitu, aksi pencurian kendaraan bermotor di Kota Surabaya masih terjadi.
“Kami pihak kepolisian mendukung penuh langkah bapak Walikota (Surabaya) untuk tiap kampung terdapat portal penjagaan. Hal itu sebagai upaya preventif (pencegahan) dan bisa menekan angka curanmor seminimal mungkin,” imbuh Luthfie.
Luthfie menjelaskan bahwa dalam mengatasi masalah curanmor, pihaknya membutuhkan sinergi dengan masyarakat. Paling tidak, masyarakat bisa berhati-hati dengan tidak memarkir sepeda motornya sembarangan dan memberikan tambahan pengamanan kepada kendaraan pribadi.
“Kami juga berharap masyarakat dapat lebih waspada dan tidak lalai. Hal itu bisa sangat membantu mereduksi potensi menjadi korban kejahatan,” pungkasnya.
Sementara itu, ‘perang’ terhadap para pelaku curanmor juga digalakan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto. Ayah dari Walikota Kediri itu memerintahkan kepada para anggota di satuan kerjanya untuk tidak ragu menindak tegas para pelaku curanmor yang masih nekat beraksi di Kota Surabaya.
“Kami instruksikan kepada anggota reskrim baik yang ada di Polrestabes atau Polsek jajaran untuk tidak ragu menembak para pelaku kejahatan yang masih membuat resah masyarakat Surabaya khususnya apabila (para bandit) melawan dan membahayakan,” jelasnya.
Edy menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan personil Sat Reskrim Polrestabes Surabaya untuk mengungkap dan menangkap para pelaku Curanmor di Kota Surabaya. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk melakukan penelusuran dan mengamankan para penadah hasil pencurian. “Kami akan optimalkan personel yang ada. Kita akan sebar mereka ke titik rawan yang telah kami tentukan berdasarkan hasil evaluasi kami,” tegasnya. (ang/kun)






