Ponorogo (beritajatim.com) — Deretan bangunan liar yang sempat digunakan sebagai warung esek-esek di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Desa Demangan, Kecamatan Siman, akhirnya dibongkar.
Aksi pembongkaran ini menjadi bagian dari langkah tegas PT KAI Daop 7 Madiun dalam menertibkan aset negara yang dikuasai secara ilegal.
Bangunan-bangunan tersebut berdiri di atas eks jalur KA Madiun–Ponorogo dan diketahui tidak memiliki izin resmi. Lebih dari itu, bangunan ini sempat menjadi sorotan publik lantaran aktivitas di dalamnya diduga berkaitan dengan praktik prostitusi terselubung. Yakni digunakan menjadi warung kopi esek-esek.
“Sebelumnya memang digunakan untuk membuka warung esek-esek. Ditutup paksa karena ada pekerjanya yang terindikasi HIV,” ungkap Kepala Desa Demangan, Jaenuri.
Jaenuri mengungkapkan bahwa total ada 4 bangunan yang dibongkar. Hingga proses pembongkaran itu, menurut Jaenuri seluruh tahapannya sudah melalui mekanisme peringatan resmi.
“Sudah dikirimkan SP 1 sampai SP 3. Jadi penertiban ini legal dan sesuai aturan. Kewenangan eksekusi sepenuhnya ada di tangan PT KAI, bukan desa,” tegasnya.
Proses pembongkaran dilakukan dengan menurunkan alat berat. Sejumlah personel dari Polsuska, Polsek Siman, Koramil, dan Satpol PP Ponorogo turut diterjunkan untuk pengamanan.
Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Suharjono, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga dan mengamankan aset negara dari pemanfaatan ilegal.
“Semua aset yang berdiri di atas tanah milik PT KAI, jika tidak berizin, harus kami tertibkan. Ya seperti yang dilakukan di Desa Demangan ini,” kata Suharjono
Suharjono menambahkan, penertiban ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga memberikan ruang yang lebih sehat bagi lingkungan. Pihak desa pun menyambut positif tindakan ini, karena bisa membuka akses dan eksistensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Demangan yang sebelumnya tersembunyi di balik bangunan-bangunan liar tersebut.
“Penertiban dilakukan secara fisik maupun administratif, dan akan berlanjut di lokasi-lokasi lain,” pungkasnya. (end/ted)






