Banyuwangi (beritajatim.com) – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengerahkan 31 personel untuk melakukan pemeriksaan post mortem terhadap jenazah korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya. Proses identifikasi dipusatkan di RSUD Blambangan Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, RSUD Blambangan dipilih menjadi pusat penanganan post mortem guna memperlancar kerja tim DVI dalam proses identifikasi.
“RSUD Blambangan diputuskan menjadi pusat penanganan post mortem Tim DVI. Kami berharap ini akan memperlancar kerja penanganan korban,” kata Ipuk.
Berbagai sarana dan prasarana telah disiapkan rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi tersebut, mulai dari tempat pemeriksaan jenazah, ruang pendingin, kantung jenazah, hingga tempat khusus untuk penyimpanan properti milik korban yang akan diperiksa.
“RSUD Blambangan sebelumnya juga menjadi lokasi medical check up untuk 34 penyelam yang akan diterjunkan dalam operasi pencarian dan pertolongan korban,” ujar Ipuk.
Koordinator post mortem dr. Tutik Purwanti, SpFM menjelaskan tugas utama tim DVI adalah mengumpulkan informasi detail mengenai korban yang ditemukan, termasuk memeriksa seluruh properti yang ada pada korban.
“Semua temuan, baik korban maupun properti nanti akan diarahkan kemari untuk diperiksa. Selanjutnya akan kita sinkronkan dengan ante mortem,” jelas dr. Tutik.
Dia memerinci, 31 personel yang dikerahkan tersebut terdiri dari gabungan tenaga kesehatan RS Bhayangkara Bondowoso dan Lumajang, ditambah dukungan tenaga PPDS (program pendidikan dokter spesialis) dari RSUD Dr. Soetomo dan Fakultas Kedokteran Unair Banyuwangi.
“Kami juga melibatkan dokter forensik, dokter gigi untuk pemeriksaan post mortem. Pemeriksaannya meliputi pemeriksaan gigi, sidik jari, dan DNA,” imbuh spesialis forensik medikolegal tersebut.
Menurut dr. Tutik, waktu yang dibutuhkan untuk proses identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah. Jika kondisi jenazah relatif utuh, prosesnya dapat lebih cepat.
“Kalau waktu yang dibutuhkan tergantung kondisi jenazah dan tanda pengenal lainnya. Prinsip identifikasi bukan berapa lamanya, tetapi ketepatannya, jangan sampai salah identifikasi,” tegasnya.
Seperti diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7), dengan membawa 65 orang sesuai data manifest. Hingga hari keempat pencarian, tim SAR terus menemukan korban yang kemudian langsung dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. [alr/beq]






