Pamekasan (beritajatim.com) – Syaiful Hadi resmi dikukuhkan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura untuk periode 2025-2027. Pengukuhan dilaksanakan di Auditorium Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Jakarta, Senin (30/6/2025), bersamaan dengan pelantikan 45 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kemenag RI.
Usai dikukuhkan, Syaiful menegaskan fokus utama kepemimpinannya pada penguatan sektor internal kampus serta penyusunan strategi kebijakan utama untuk memperkokoh pondasi kelembagaan UIN Madura.
“Langkah pertama sekaligus poin penting dan sangat mendesak yang harus kami lakukan adalah memperkuat sektor internal kampus, serta menyusun strategi kebijakan utama dalam rangka memperkokoh pondasi kelembagaan,” kata Syaiful Hadi.
Ia menilai dua poin tersebut menjadi upaya penting agar pondasi kelembagaan UIN Madura semakin kuat, sekaligus sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. “Hal ini juga selaras dengan upaya Kemenpan RB yang akan segera menerbitkan rekomendasi terkait tata kelola organisasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syaiful juga mengungkapkan pihaknya tengah merumuskan naskah akademik terkait filosofi keilmuan kampus yang mengedepankan kekhasan lokal Madura.
“Saat ini kami sedang menyusun naskah akademik tentang filosofi keilmuan kampus dengan kekhasan karakter yang lahir dari nilai lokal dan kearifan budaya Madura, yakni dengan konsep Tanean Lanjhang sebagai simbol pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif,” paparnya.
Menurutnya, konsep tersebut akan menjadi identitas ilmiah UIN Madura yang telah melalui tiga tahap transformasi, dari STAIN Pamekasan, IAIN Madura hingga kini menjadi UIN Madura. “Dalam konsep ini terdapat delapan unsur utama yang kami sebut Astahelik, sekaligus menjadi kerangka integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu umum seperti teknologi, sains, dan ilmu alam,” tambahnya.
Syaiful berharap konsep ini dapat mendasari lahirnya Ortaker UIN Madura, sekaligus memperkuat arah pengembangan kampus berbasis karakter dan nilai lokal.
“Semoga transformasi ini benar-benar membawa orientasi baru, sehingga bisa mencetak lulusan berkarakter cinta damai, cinta kemanusiaan, cinta lingkungan, dan dekat dengan Tuhannya,” ujar Syaiful.
Tak hanya berhenti pada ranah akademik, Syaiful juga menargetkan agar UIN Madura memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kampus ini harus responsif terhadap lingkungan sekitar agar mampu mencetak kehidupan masyarakat yang lebih baik, baik dalam peningkatan kesejahteraan, kemudahan akses pendidikan maupun kepedulian terhadap isu-isu kesehatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga UIN Madura tetap berada pada jalur menuju rekognisi internasional, seiring dengan peningkatan mutu dan daya saing global.
“Penguatan internal di antaranya pada sektor kebermanfaatan sosial, dan rekognisi internasional adalah agenda utama kami ke depan. Semoga menjadi hantaran yang kuat usai kami kembali dipercaya memimpin UIN Madura,” pungkasnya. [pin/beq]






