Banyuwangi (beritajatim.com) – Berbagai upaya dilakukan pihak keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Salah satunya dengan mengirimkan doa pada Gumelar Tidar Tanaka (26), selaku Anak Buah Kapal (ABK) yang turut menjadi korban tragedi tersebut di Selat Bali. Hingga kini Sabtu, (5/7) pemuda asal Siliragung itu masih belum ditemukan.
Dalam suasana duka dan ketidakpastian yang menyelimuti, anggota keluarga melakukan sembahyang bersama di pinggiran Selat Bali yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal. Sembahyang dilakukan dengan cara Hindu sesuai dengan keluarga.
Melalui lantunan doa-doa mereka bermunajat dan berharap pemuda yang akrab disapa Tidar itu dapat kembali dengan selamat. “Melalui doa ini kami berharap Tidar segera ditemukan,” kata Tanti, selaku Bude.
Tanti mengatakan, keponakannya baru 6 bulan bekerja di kapal tersebut. Kontrak kerjanya masih tersisa enam bulan lagi. Tidar disebut berencana kembali ke kapal yang lebih besar setelah masa kontraknya habis. “Tidar terakhir ke rumah cuma ambil paspor. Nggak nginep, langsung balik ke Ketapang,” kata warga Dusun Krajan, Desa Siliragung itu.
Menurutnya, saat kejadian, Tidar sebenarnya sedang tidak dalam jadwal piket. Namun kabarnya, semua kru tetap diperintahkan ikut berlayar malam itu. Pada saat itu sebenarnya kondisi Tidar kurang sehat, namun harus tetap berangkat karena alasan tuntutan pekerjaan.
Kedua orang tua Kokok Handoko Wisnu Wardono dan Har hingga kini masih belum bisa dimintai keterangan. Keduanya masih shock, karena kepikiran keberadaan anak sulungnya. “Selaku keluarga, kami berharap Tidar bisa segera ditemukan dan dalam keadaan selamat,” jelas Tanti. [kun]






