Jombang (beritajatim.com) – Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) dari Jakarta melakukan verifikasi faktual terhadap sosok KH Muhammad Yusuf Hasyim atau Pak Ud di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis petang (3/7/2025).
Verifikasi dilakukan menyusul pengajuan gelar pahlawan nasional oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, setelah menerima dokumen usulan dari masyarakat yang disampaikan ke Dinsos Kabupaten Jombang.
Tim TP2GP yang hadir terdiri dari Dr M Alfan Alfian, Dr Pepen Nazaruddin, serta dua staf pendukung. Mereka didampingi perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jombang. Asisten Setda Jatim Dr Akhmad Jazuli turut hadir bersama keluarga KH Riza Yusuf dan tim pengusul.
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) memberikan pernyataan tegas terkait kiprah KH Yusuf Hasyim. “Setelah itu masih banyak hal sudah dilakukan bagi bangsa lndonesia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Pak Ud tidak hanya berperan sebagai pengasuh Tebuireng pada 1965–2007, tapi juga sebagai tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) yang gigih menentang PKI.
Dr M Alfan Alfian dari Universitas Nasional Jakarta menyatakan bahwa substansi usulan telah dibahas di Jakarta. “Kami ke sini untuk silaturahmi dan verifikasi faktual terhadap sosok Pak Ud,” katanya.
Ia menegaskan proses ini bertujuan menggali informasi, mengklarifikasi, serta mencocokkan dokumen dengan realitas sejarah. “Saya yakin Pak Ud ini bukan tokoh kontroversial,” imbuhnya.
Kontribusi KH Yusuf Hasyim terhadap bangsa diakui luar biasa, terutama pada masa perjuangan kemerdekaan. Bahkan mampu memperjuangkan garis Van Mook saat Agresi Militer. Ia juga memuji kelengkapan dokumen usulan yang dinilai bisa menjadi model penulisan akademik calon pahlawan nasional lainnya.

Pak Ud juga dikenal sebagai tokoh persatuan umat Islam. Ia aktif menggalang gerakan menolak pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 1965, dan tetap konsisten dalam menolak PKI hingga akhir hayatnya.
Sementara itu, Dr Pepen Nazaruddin menambahkan bahwa proses verifikasi turut menyasar kejelasan ahli waris. “Karena terkait pewarisan nilai-nilai kepahlawanan ke depan yang pasti akan melibatkan ahli waris,” jelasnya.
Senada, Prof Ali Mufrodi dari TP2GD Jawa Timur menyebut tidak ada masalah substansi dalam usulan tersebut. “Hari ini hanya verifikasi faktual saja, tidak ada substansi yang dipermasalahkan,” katanya. Ia menyebut peran KH Yusuf Hasyim sangat besar, mulai dari pendirian Banser hingga kontribusi di dunia pendidikan.
Terkait tempat peristirahatan terakhir Pak Ud di Pesantren Tebuireng, KH Riza Yusuf menjelaskan bahwa hal itu adalah hasil keputusan keluarga. “Meski dulu Gubernur Imam Oetomo saat takziyah sempat menawarkan agar dimakamkan di TMP saja,” ucapnya.
Sekretaris tim pengusul, Anang Firdaus, menambahkan bahwa Pak Ud adalah penggagas haul akbar Bung Karno di era 1980-an. “Pak Ud menginisiasi haul akbar Bung Karno di Blitar, bahkan mencetak buku Yasin bergambar Bung Karno,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan verifikasi ditutup dengan tabur bunga di pusara makam KH Yusuf Hasyim yang berada di sisi barat masjid Pesantren Tebuireng. [suf]






