Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Polsek Sukolilo menembak dua bandit curanmor (pencurian kendaraan bermotor), Rabu (2/6/2025) dini hari. Kedua bandit ini ditembak di bagian kaki karena melawan saat diamankan.
Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, kedua bandit curanmor itu berinisial MM (22) dan MR (22). Keduanya merupakan warga Bangkalan, Madura.
Sejumlah saksi di wilayah Sukolilo menyaksikan aksi kejar-kejaran antara anggota opsnal Polsek Sukolilo dan kedua pelaku yang masing-masing mengendarai sepeda motor. Anggota opsnal yang rutin melakukan patroli di wilayahnya mendapati dua orang yang mencurigakan melintasi jalan Keputih Timur.
“Kayaknya malingnya sudah hasil (motor curian) lalu diikuti oleh anggota Polsek Sukolilo menuju Kejawan Putih, Mulyosari hingga ke Jalan Kenjeran,” kata Andi salah satu warga saat diwawancarai beritajatim.com, Jumat (4/6/2025) pagi.
Aksi kejar-kejaran mulai terjadi ketika kedua pelaku mengendarai sepeda motor sambil melawan arus di wilayah Raya Pantai Lama. Anggota opsnal Polsek Sukolilo yang baru saja mendapatkan pimpinan baru dan masih dalam suasana Hari Bhayangkara lantas nekat mendekati pelaku.
Namun, kedua pelaku terus melawan hingga ada satu anggota yang luka ringan. Karena dirasa membahayakan, kedua pelaku dilumpuhkan dengan tembakan tepat di kaki.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Adjie Ananda membenarkan peristiwa itu. Ia menjelaskan bahwa kedua pelaku baru saja mencuri sepeda motor di Jalan Khutuk, Sidokare, Sidoarjo.
“Saat itu, pelaku mau pulang ke Madura membawa sepeda motor hasil curian dari Sidokare, Sidoarjo. Nah, saat melintas di wilayah kami anggota yang sedang patroli curiga dan langsung melakukan pengejaran,” jelasnya.
Adjie Ananda menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan interogasi kepada dua pelaku yang sudah diamankan. Pihaknya juga sudah menghubungi korban yang sempat melaporkan kehilangan motor ke salah satu radio swasta di Surabaya.
“Jadi sebelum korban laporan atau 2 jam setelah mencuri, pelaku sudah kami amankan. Namun, saat itu kami langsung mendalami sejumlah lokasi di Surabaya yang mereka pernah satroni,” tegasnya. [ang/suf]






