Ponorogo (beritajatim.com) – Gelombang mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai terasa. Bupati Sugiri Sancoko memberikan sinyal kuat akan adanya perombakan pejabat eselon II. Seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mengikuti uji kepantasan dan kelayakan atau job fit sebagai langkah awal evaluasi kinerja dan penempatan jabatan strategis.
Langkah ini, Bupati Sugiri Sancoko bukan semata formalitas. Dia menegaskan pentingnya menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Setelah hasil jobfit diterima, digadang-gadang gerbong mutasi akan dilakukan.
“Setelah job fit selesai, kami lakukan mutasi. Jangan sampai ada kepala dinas yang tidak cocok dengan bidangnya. Passion itu penting,” kata Bupati Sugiri, Rabu (2/7/2025).
Job fit, lanjutnya, menjadi alat ukur objektif untuk memetakan kompetensi dan dedikasi setiap kepala dinas. Bukan hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kecocokan antara latar belakang dan beban kerja yang diemban. “Kami tidak ingin ada zona nyaman. Menjadi kepala dinas itu panggilan, bukan sekadar jabatan,” tegas Kang Giri.
Pemkab Ponorogo, kata Kang Giri sapaan karib Bupati Sugiri Sancoko, ingin menghindari asumsi mutasi berdasar kedekatan atau suka-tidak suka. Dengan mekanisme job fit, proses pengisian jabatan, baik yang sudah lama kosong maupun yang berpotensi diganti—didasarkan pada sistem merit.
“Kalau mutasi tanpa job fit, nanti dikira ada like dan dislike. Kita ingin semuanya objektif, berdasarkan kemampuan,” pungkasnya.
Sebagai catatan, sejumlah kursi kepala dinas saat ini memang masih kosong dan dijabat pelaksana tugas. Evaluasi menyeluruh lewat job fit menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi, sekaligus penegasan arah kepemimpinan Sugiri Sancoko menuju tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan adaptif. (end/kun)






