Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyatakan kesiapannya hampir sempurna dalam menggelar program Sekolah Rakyat yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026 pada 14 Juli 2025 mendatang.
Program ini disiapkan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan mengatakan bahwa seluruh fasilitas pendukung Sekolah Rakyat telah disiapkan secara matang.
“Siap 99,9 persen. Insya Allah dalam waktu dekat akan didatangi Gus Menteri (Mensos Saifullah Yusuf). Sekarang ada tim Irjen untuk melihat persiapan kita baik itu kelas, asrama, dan perangkat yang lain,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).
Sebanyak 100 siswa juga telah siap untuk mengikuti program ini dan akan tinggal di asrama yang sudah disediakan. “Rencananya mulai minggu kedua bulan Juli. Siswa masuk ke asrama bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru,” tambah Nurhasan.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai strategi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.
Pemerintah menargetkan sebanyak 20.000 siswa akan menempati Sekolah Rakyat rintisan pada tahap awal, dengan 100 sekolah dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025.
Sekolah Rakyat dibuka secara gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah, termasuk kebutuhan dasar selama masa pendidikan.
Sasaran utama program ini adalah anak-anak dalam desil satu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf juga telah menyatakan optimistis pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap pertama bisa dimulai serentak pada tahun ajaran baru, yakni pada 14 Juli 2025 nanti.
Program ini diharapkan menjadi solusi konkret terhadap ketimpangan akses pendidikan sekaligus pengentasan kemiskinan antargenerasi di Indonesia. [ipl/but]






