Charlotte (beritajatim.com) – 3 runner-up dan 1 semifinalis. Itu jadi “bekal” Inter Milan menuju Piala Dunia Antarklub. Mereka menargetkan juara agar bisa jadi pelipur lara kekecewaan di Serie A, Coppa Italia, Liga Champions, dan Supercoppa Italiana. Tetapi, alih-alih juara. Inter malah sudah harus angkat koper di 16 besar.
Dini hari tadi, tim asuhan Cristian Chivu itu keok 0-2 dari Fluminense. Dua gol Fluminense dicetak oleh German Cano pada menit ketiga dan Hercules (90+3′).
Kekalahan pada laga yang dimainkan di Bank of America Stadium, Charlotte, itu jadi antiklimaks bagi Inter yang cukup bagus di fase grup. Mereka adalah pemuncak klasemen grup E dengan tidak terkalahkan dari tiga matchday.
Hasil ini juga diyakini memengaruhi psikis pemain Nerazzurri jelang menjalani musim baru. Terutama bersama Chivu yang belum genap sebulan melatih rival sekota AC Milan itu untuk menggantikan Simone Inzaghi.
“Kami menderita dengan pressing ketat Fluminense. Kami mencoba bangkit. Tetapi, kenyataannya malah kebobolan dua gol dari tiga tembakan tepat sasaran,” ujar Chivu dilansir Sempre Inter.
Sedangkan bagi Fluminense, keberhasilan menapak perempat final memperpanjang napas tim wakil benua Amerika selain Palmeiras. Kemarin, Inter Miami dan Flamengo kompak tumbang. Di perempat final nanti, Fluminense bakal menghadapi pemenang antara Manchester City dan Al Hilal yang berlaga pagi ini.
“Aku selalu yakin kami bisa melakukan sesuatu yang ajaib di Piala Dunia Antarklub kali ini,” ujar pelatih Fluminense Renato Gaucho. (dio)






