Yogyakarta (beritajatim.com) – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman diimbau untuk semakin serius dalam menjaga mutu serta keamanan produk. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, namun juga sebagai syarat utama agar bisa menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor dan pasar halal global.
Menurut Dr. Arifin Dwi Saputro, dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), produk pangan dari UMKM harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan pemerintah. Hal itu mencakup aspek sanitasi, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab utama produsen. Maka, penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) sangat penting sebagai fondasi untuk sertifikasi HACCP dan ISO 22000,” jelasnya dalam acara UMKM Class Series #24 bertema “Pengolahan Pangan yang Aman dan Berjaminan Halal” di Yogyakarta.
Ia menekankan pentingnya prosedur tertulis dalam setiap proses produksi pangan, termasuk pengelolaan limbah dan sanitasi yang baik. Dengan mengikuti GMP, produk UMKM dapat lebih terjamin kualitas dan keamanannya, serta berpeluang besar diterima di pasar internasional.
Produk Halal Jadi Daya Tarik Global
Sementara itu, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari dari Lembaga Pemeriksa Halal UGM mengungkapkan bahwa permintaan terhadap produk halal terus meningkat, bahkan melampaui batas negara dengan mayoritas penduduk Muslim. “Produk halal kini juga diasosiasikan oleh konsumen non-Muslim sebagai simbol keamanan pangan, higienitas, dan kualitas,” ujarnya.
Pasar halal global disebutnya menjadi kekuatan ekonomi baru yang sangat potensial, dengan nilai yang diperkirakan mencapai triliunan dolar AS dalam waktu dekat. Hal ini menjadi peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dengan memenuhi standar halal.
Dukungan Pemerintah dan Kampus
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menyambut baik pelatihan ini yang diikuti mayoritas perempuan pelaku UMKM. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi slogan “UMKM naik kelas”, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM. Dr. Djarot Heru Santosa menegaskan bahwa pihak kampus akan terus berkontribusi dalam penguatan UMKM. “Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing UMKM, terutama dalam pengolahan pangan yang aman dan halal,” tutupnya. [aje]






