Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Mojokerto menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua jemaah haji asal Kota Mojokerto selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Kabar duka ini menyelimuti suasana penyambutan kepulangan jemaah haji di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Kelurahan Surodinawan, Kamis (26/6/2025).
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dua jemaah yang wafat. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mengikhlaskan kepergian almarhumah dan mendoakan agar keduanya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kita ikhlaskan kepergian dua saudari kita. Mereka pulang dalam keadaan husnul khatimah, sebagai tamu Allah. Mari terus doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Namun di balik itu semua, alhamdulillah rasa syukur atas kelancaran ibadah haji tahun ini,” ungkapnya.
Rachman juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam mendampingi para jemaah, khususnya Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto. Ia berharap perjalanan spiritual ini membawa dampak positif bagi kehidupan sosial para jemaah di tanah air.
“Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan dapat menjadi teladan di lingkungannya,” ujarnya.
Acara penyambutan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf. Suwadi, Kapolsek Prajuritkulon AKP Edi Purwo Santoso, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Mojokerto Abdul Wahid.
Musim haji tahun ini, Pemkot Mojokerto memberangkatkan total 129 jemaah, terdiri dari 56 laki-laki dan 73 perempuan, serta dua orang petugas haji daerah. Untuk pertama kalinya, jemaah dibagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 47 sebanyak 61 orang dan Kloter 49 sebanyak 68 orang.
Di tengah rasa syukur atas kembalinya para jemaah dengan selamat, kabar duka atas wafatnya dua jemaah menjadi momen penuh haru bagi seluruh keluarga dan masyarakat Kota Mojokerto. [tin/beq]






