Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menggelar Pap smear yakni prosedur medis untuk mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim (serviks) yang dapat mengarah pada kanker serviks. Serta Vaksin HPV yakni vaksin untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang merupakan penyebab utama kanker serviks dan kanker lainnya pada pria dan wanita, serta kutil kelamin.
Kegiatan ini dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Ballroom Sanika Satyawada pada Kamis, (26/6/2025). Polresta Malang Kota ingin meningkatkan kesadaran kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan.
“Kita konsern dan peduli bahwa kelompok rentan perempuan dan anak menjadi prioritas dalam hari Bhayangkara ke 79 Pap smear dan vaksinasi HPV untuk masyarakat sipil usia di bawah 15 tahun. Ini pertama di Jatim untuk anak-anak sehat menuju indonesia emas 2045,” ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono.
Nanang menyebut, setidaknya ada 100 orang mengikuti pemeriksaan pap smear dan 100 lainnya mendapatkan vaksinasi HPV. Menurutnya, anak-anak dan perempuan adalah prioritas utama dalam berbagai program sosial dan kesehatan yang dijalankan Polresta Malang Kota. “Semua diberikan secara gratis. Yang jelas kami selalu didukung Pemkot Malang vaksin gratis karena vaksin hpv ini penting,” ujar Nanang.
Ketua Bhayangkari Cabang Kota Malang, Nany Nanang Haryono menuturkan, bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit yang mengancam jiwa perempuan di Indonesia. Bhayangkari pun mendorong perlunya pencegahan dini melalui vaknisasi HPV yang kini digelar Polresta Malang Kota secara gratis bagi seluruh masyarakat Kota Malang.
“Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV. Selain terus memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini,” ujar Nany Nanang Haryono.
Sebelumnya, pada awal tahun ini, Pemkot Malang telah melakukan vaksinasi HPV kepada lebih dari 6.200 anak perempuan usia 15 tahun di SMP Negeri 3 Kota Malang. Program tersebut bahkan menjadi yang pertama di Jawa Timur dalam cakupan vaksinasi HPV gratis berskala besar.
“Kanker serviks ini kan bahaya. Allhamdulilah kalau bayar sendiri juga mahal kalau ada program kesehatan diambil saja saya di sangat senang sekali,” ujar Yamini yang mengantar cucunya Balqis Intan untuk vaksin. (luc/kun)






