Sidoarjo (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polresta Sidoarjo menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Baznas Kabupaten Sidoarjo untuk melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini ditujukan kepada warga kurang mampu dan menjadi bentuk kepedulian sosial institusi kepolisian bersama stakeholder daerah.
Dua rumah warga yang menjadi sasaran program ini berada di Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, dan Kelurahan Krian, Kecamatan Krian. Salah satunya adalah rumah milik Ida Ruhayati, seorang buruh rumah tangga yang tinggal seorang diri setelah ditinggal wafat suaminya. Rumah berukuran kecil miliknya berdinding bambu, atap bocor, dan kamar mandinya hanya ditutupi terpal.
Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Ketua Baznas HM. Chasbil Aziz Saldju Sodar dan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial M. Bashori Alwi meninjau langsung kondisi rumah penerima bantuan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi menginstruksikan agar perbaikan rumah segera dimulai.
“Dalam pekan ini, insya Allah sudah mulai pengerjaan. Saya minta kamar mandinya juga dibangun agar lebih layak,” tegasnya, Kamis (26/6/2025).
Subandi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat Sidoarjo yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Kami ingin memastikan setiap warga Sidoarjo, khususnya yang kurang mampu, memiliki hunian yang layak dan nyaman. Ini komitmen kami bersama Baznas dan seluruh stakeholder,” katanya.
Ketua Baznas Sidoarjo HM. Chasbil Aziz Saldju Sodar menambahkan, sepanjang Januari hingga Mei 2025, Baznas telah merenovasi 84 rumah tidak layak huni. Khusus bulan Juni, terdapat 25 rumah yang diperbaiki, sebagian di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan Polresta Sidoarjo dalam rangka HUT Bhayangkara.
“Bantuan dari Polresta menjadi sinergi yang luar biasa. Ini wujud nyata kehadiran negara untuk rakyat,” ungkapnya.
Program bedah rumah dari Baznas memberikan bantuan hingga Rp20 juta per unit. Namun, untuk kondisi tertentu yang membutuhkan renovasi total, anggaran bisa ditambah hingga Rp25 juta. Hingga saat ini, daftar tunggu RTLH yang akan diperbaiki di Kabupaten Sidoarjo mencapai lebih dari 200 rumah.
“Tim akan survei ke lokasi guna memastikan kondisi dan legalitas rumah, serta membuat Rencana Anggaran Perbaikan (RAP),” jelasnya.
Ida Ruhayati yang menjadi salah satu penerima bantuan mengaku sangat bersyukur. Dengan penghasilan Rp300 ribu per minggu, ia merasa tidak mampu memperbaiki rumahnya sendiri.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Bupati dan semua yang sudah bantu saya. Semoga rumah saya bisa segera diperbaiki,” ucapnya haru. [isa/beq]






