Magetan (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mengadakan acara diskusi kebangsaan dan eksibisi dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dengan tajuk “Vivere Pericoloso” atau Tahun Penuh Marabahaya, Selasa (24/6/2025).
Eksibisi ini memamerkan sejumlah artikel dan foto tentang Bung Karno sebagai upaya mendekatkan kembali ide dan pemikiran beliau kepada masyarakat, khususnya generasi muda Magetan.
Ketua DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Magetan, Lucky Setiyo Herman, menyampaikan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah membangun tiga kesadaran penting di kalangan pemuda.
“Pertama adalah kesadaran historis. Anak muda harus memahami sejarah, bukan sekadar untuk dikenang, tetapi sebagai landasan membangun masa depan. Kedua, kesadaran kritis, karena generasi saat ini tidak boleh hanya menjadi generasi pasif dan konsumtif. Mereka harus peka dan siap menyuarakan kebenaran. Dan ketiga, kesadaran politis. Hajat hidup bangsa ini sangat ditentukan oleh keputusan politik. Jika anak muda abai terhadap politik, maka pembangunan bangsa bisa terhambat, baik secara fisik maupun mental,” jelas Lucky.
Ia menegaskan, diskusi kebangsaan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan partisipasi generasi muda dalam merawat sejarah, menyuarakan kebenaran, serta menjadi motor penggerak perubahan sosial-politik.
Kegiatan yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Magetan ini turut dihadiri oleh puluhan pemuda dari berbagai organisasi, seperti HMI, PMII, GMNI, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, hingga Pemuda LDII.
Sebagai narasumber dalam diskusi bertema Vivere Pericoloso, Deni Wicaksono menekankan pentingnya peran pemuda dalam menghadapi dinamika zaman. Ia menyebut, generasi muda harus membangun kesadaran kritis agar tidak larut dalam arus informasi yang membingungkan dan penuh distraksi.
“Anak muda Magetan harus aktif, peduli, dan berani terlibat dalam isu-isu sosial. Jadilah pelaku sejarah, bukan sekadar penonton,” kata Deni saat menyampaikan materinya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Sujatno, juga mengajak seluruh pemuda untuk bersinergi dalam membangun budaya diskusi dan kesadaran kolektif di Kabupaten Magetan. “Anak muda adalah motor perubahan. DPC PDI Perjuangan siap memfasilitasi gerakan dan kegiatan positif yang digerakkan anak muda,” ujarnya.
Eksibisi foto dan artikel Bung Karno yang turut dihadirkan menjadi daya tarik tersendiri. Pameran ini bertujuan menumbuhkan kesadaran historis bahwa pemikiran Bung Karno bukan sekadar artefak sejarah, melainkan warisan ideologis yang hidup dan relevan. Sebagaimana pesan Bung Karno yang kembali digaungkan dalam acara ini: “Warisi apinya, bukan abunya.” [kun]






