Malang (beritajatim.com) – Seorang jemaah haji asal Kepanjen, Kabupaten Malang, bernama Sukardi (65), dilaporkan hilang di Mekkah, Arab Saudi. Hingga kini, pihak keluarga masih menanti kabar pasti mengenai keberadaan pria yang tercatat sebagai warga Jalan Hasannudin RT 01/RW 01, Desa Dilem, itu.
Sukardi tergabung dalam kloter 79 embarkasi Surabaya dan berangkat bersama rombongan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Wali Songo, Kepanjen. Kabar menghilangnya Sukardi pertama kali diterima keluarga pada Jumat malam (20/6/2025) setelah dihubungi ketua rombongan.
Hal itu diungkapkan oleh anak perempuan Sukardi, Khoridatul Hidayah, saat ditemui di rumahnya di Kepanjen. “Sebelum ada kepastian itu bahkan, saya juga sempat menghubungi orang Singosari yang katanya sempat ketemu sama bapak saya,” ujar Khoridatul, Selasa (24/6/2025).
Menurutnya, orang yang ditemui di Singosari memang sempat melihat Sukardi, tetapi saat hendak diajak kembali, Sukardi menolak dan pergi tanpa arah yang jelas. Untuk melacak keberadaannya, keluarga telah meminta pengecekan rekaman CCTV di hotel tempat rombongan menginap, namun Sukardi tidak terpantau di dalam rekaman tersebut.
Khoridatul juga menyampaikan bahwa sebelum berangkat ke Mekkah, ayahnya sempat kebingungan saat masih berada di Asrama Haji Sukolilo. Bahkan saat akan menjalankan umroh wajib, Sukardi sempat terpisah dari rombongan, meskipun akhirnya berhasil ditemukan kembali.
“Memang bapak itu tidak pernah pergi ke mana-mana. Kalau di rumah paling bersihkan halaman atau ke sawah dan ladang,” kata Khoridatul.
Dari informasi yang diterima keluarga, Sukardi terakhir terlihat pada Kamis pagi. Ketua regu menyebut bahwa Sukardi sempat ingin ikut salat Subuh ke masjid tapi dilarang karena khawatir akan tersesat. Namun, ketika rombongan kembali dari masjid ke hotel, Sukardi sudah tidak ada.
“Padahal hari Rabu saya masih sempat telepon bapak. Kamisnya saya gak telepon karena saya pikir masih aman. Tapi Jumat saya coba hubungi lagi, gak ada jawaban, ditelepon berkali-kali juga gak diangkat,” tutur Khoridatul.
Biasanya, kata dia, sang ayah selalu menelepon balik jika panggilan tak terjawab. Karena tak kunjung mendapat respons, Khoridatul menghubungi ketua regu yang kemudian mengarahkan untuk menghubungi ketua rombongan, Gus Fairus. Namun baru pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 WIB, Gus Fairus menelepon balik dan menyampaikan bahwa Sukardi belum ditemukan.
Upaya pencarian telah dilakukan oleh rombongan, termasuk menyisir rumah sakit dan tempat penampungan jemaah haji ilegal di Mekkah, namun belum membuahkan hasil.
“Bahkan sampai hari ini juga masih belum ada kabarnya,” pungkas Khoridatul. [yog/beq]






