Pacitan (beritajatim.com) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pacitan mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan anjloknya harga Benih Bening Lobster (BBL) atau benur di pesisir selatan Jawa Timur. Selain karena tingginya hasil tangkapan dalam beberapa waktu terakhir, lemahnya penyerapan pasar disebut sebagai pemicu utama terpuruknya harga benur yang membuat nelayan makin terdesak.
Wakil Ketua HNSI Pacitan, Ahmad Andri Hermansyah, menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi lonjakan hasil tangkapan benur. Namun peningkatan pasokan tersebut tidak dibarengi dengan daya serap pasar yang memadai.
“Secara ekonomi, ketika barang melimpah tapi daya serap rendah, otomatis harga jatuh. Dan ini yang sedang kami alami,” ujar Ahmad, Selasa (24/6/2025).
Menurutnya, keterbatasan kuota penyerapan di tingkat koperasi menjadi masalah krusial. Meski kuota nasional benur tercatat mencapai 510 ribu ekor, jumlah itu harus dibagi ke 71 koperasi di seluruh Indonesia sehingga alokasinya sangat kecil untuk masing-masing daerah.
“Kalau dibagi rata, ya pasti jatahnya kecil sekali untuk tiap koperasi. Belum lagi dua perusahaan mitra, PT Pacific Maritime Indonesia dan PT Ratu World Aquaculture International, menghentikan sementara operasionalnya,” terangnya.
Tak hanya di dalam negeri, pasar ekspor juga mengalami penurunan. Ahmad menyebut bahwa Badan Layanan Umum (BLU) telah menyampaikan bahwa penyerapan dari negara tujuan seperti Vietnam mengalami penurunan signifikan, yang berdampak langsung pada distribusi benur dalam negeri.
Akibat kondisi tersebut, nelayan di Pacitan makin terjepit. Mereka tak hanya menghadapi fluktuasi hasil tangkapan dan cuaca ekstrem, tetapi juga harus bergulat dengan tingginya biaya operasional.
“Kalau memaksa mencari ikan ke tengah laut, nelayan kecil Pacitan tidak mampu. Selain faktor SDM, mereka juga terbentur biaya besar untuk operasional bahan bakar,” jelasnya.
Dalam tekanan ekonomi yang kian berat, sejumlah nelayan mulai menjual perahu dan mesin tempel mereka demi bisa bertahan hidup dan membayar angsuran bank. [tri/beq]






