Ponorogo (beritajatim.com) – Rangkaian Grebeg Suro 2025 di Kabupaten Ponorogo memasuki paruh akhir. Beragam kegiatan seni dan budaya masih menanti untuk disaksikan. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pun menyatakan rasa puasnya. Dia mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan hingga penutupan nanti.
“Kualitas Grebeg Suro dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) adalah bagian penting dari kebanggaan kita bersama,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (23/6/2025).
Bupati yang akrab disapa Kang Giri itu mengaku aktif hadir hampir di semua agenda. Menurutnya, antusiasme masyarakat tinggi. Begitu pula minat wisatawan yang datang dari luar kota. Atmosfer budaya terasa kental di jantung Kota Reog tersebut.
“Ayo datang ke Grebeg Suro yang tinggal beberapa hari. Kita bela, kita jaga. Ponorogo hebat bukan hanya dari budaya, tapi dari semangat warganya,” ungkap Kang Giri, penuh semangat.
Sebelumnya, Festival Reog Remaja (FRR) XXI juga berjalan meriah. Sebanyak 24 grup dari tingkat SMP dan SMA se-Ponorogo tampil memukau. Penonton tampak antusias menyaksikan penampilan para remaja tersebut.
Meski sempat terjadi gangguan teknis pada sistem suara, acara tetap berjalan lancar. Suara di area penonton bagian belakang sempat hilang. Namun, Kang Giri memastikan hal itu tidak berdampak besar terhadap jalannya pertunjukan.
“Sound utama di depan panggung tetap normal. Memang sound out ke arah belakang sempat mati. Tapi saya langsung panggil dewan juri, panitia, dan perwakilan peserta,” jelasnya.
Dia menambahkan, dewan juri menyatakan tidak ada gangguan pada penilaian. Para peserta tetap tampil maksimal. Bahkan, beberapa grup justru tampil lebih ekspresif dan percaya diri. Grebeg Suro 2025 pun terus bergulir. Ribuan pengunjung masih memadati berbagai titik keramaian, terutama di Alun-alun Ponorogo. “Saya tanya ke juri, apakah perlu diulang? Mereka bilang tidak perlu. Semua aman, tidak mengganggu penampilan peserta,” pungkas Kang Giri. (end/kun)






