Sampang (beritajatim.com) – Hujan yang masih turun di musim kemarau, mengutungkan bagi para petani. Terbukti petani di Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, bisa menanam padi untuk ketiga kalinya.
Langkah ini diambil secara spontan oleh para petani setempat, mengingat kondisi alam yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan oleh
Ach. Safik salah satu petani di desa setempat mengungkapkan bahwa musim hujan tahun ini terasa lebih panjang dan belum menunjukkan tanda-tanda datangnya musim kemarau.
“Karena hujan masih turun maka kami memanfaatkan dengan kembali menanam padi kembali, bahkan ini ketiga kalinya di satu kali musim,” ujarnya, Minggu (22/6/2025).
Sebagai bentuk antisipasi bila sewaktu-waktu musim kemarau benar-benar datang, para petani memilih menanam padi di lahan yang dekat dengan aliran sungai. Dengan demikian, kebutuhan air bisa tetap terpenuhi melalui sistem pompa air dari sungai terdekat.
“Kalau nanti hujan berhenti, kami tinggal pakai pompa untuk ambil air dari sungai,” imbuhnya.
Dukungan terhadap langkah petani ini juga datang dari anggota DPRD Sampang asal daerah setempat, Alan Kaisan. Ia menyatakan apresiasinya terhadap Kelompok Tani (Poktan) Sari Mulyo yang menggagas inisiatif ini.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Poktan Sari Mulyo. Ini langkah cerdas yang bukan hanya memberi manfaat bagi petani secara langsung, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional,” katanya. [sar/aje]






