Mojokerto (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban ketiga laka air di Muara Sungai Grindulu, kawasan wisata Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan. Korban teridentifikasi, Aisyah keponakan dari Pengasuh Pondok (PP) Riyadlul Qur’an Mojokerto.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim membenarkan, korban ketiga berhasil ditemukan sekira pukul 16.02 WIB. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr. Darsono, Kabupaten Pacitan.
“Iya benar korban ketiga berhasil ditemukan dan hasil identifikasi diketahui atas nama Aisyah yang merupakan keponakan. Infonya akan dibawa ke Mojokerto tapi belum berangkat karena baru selesai proses identifikasi. Iya sudah (pemulangan jenazah korban kedua),” ungkapnya, Sabtu (21/6/2025).
Masih kata Khakim, jenazah Asna Amalia At Tazkiah sebelumnya sudah diberangkatkan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas, Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Jenazah Asna diberangkatkan ke rumah duka di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sekira pukul 15.42 WIB.
“Yang ketiga belum (pemulangan). Iya kurang satu korban lagi yang belum ditemukan. Biasanya tiga hari, jenazah mengambang tapi untuk SOP-nya 7 hari pencarian. Operasi ditutup pukul 17.00 WIB namun tetep malamnya penyisiran darat,” katanya.
Hingga saat ini, sudah tiga korban laka air di Muara Sungai Grindulu, kawasan wisata Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan pada, Jumat (20/6/2025) kemarin. Yakni istri dari PP Riyadlul Qur’an, Azmil Mukarromah (45), anak Asna Amalia At Tazkiah dan keponakan Aisyah. [tin/kun]






