Jember (beritajatim.com) – Gubernur telah menetapkan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi di Kabupaten Jember sebagai rumah sakit rujukan Jawa Timur bagian timur pada 2015. Namun ternyata Pemerintah Provinsi Jatim belum pernah mengucurkan anggaran lebih untuk pengembangan rumah sakit.
“Sampai saat ini belum ada intervensi (anggaran) yang signifikan dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk memajukan Rumah Sakit dr. Soebandi. Belum ada intervensi pembuatan bangunan gedung dan lain sebagainya. Demikian juga alat canggih,” keluh Pelaksana Tugas Direktur RSD dr. Soebandi I Nyoman Semita.
Acara kunjungan kerja Muhammad Khozin, anggota Komisi II DPR RI, ke dr. Soebandi, Jumat (20/6/2025), akhirnya menjadi ajang curahan hati. Menurut Semita, lucuran anggaran dari Pemprov Jatim ke tiga rumah sakit daerah milik Pemkab Jember merata.
“Padahal fungsi dr. Soebandi adalah sebagai rumah sakit rujukan yang harusnya bertanggung jawab terhadap 8,3 juta penduduk yang ada di sekitar rumah sakit. Ini mungkin nyuwun sewu agak ngeluh sedikit dalam hal itu,” kata Semita.
Semita meminta Khozin bisa mendukung rencana pengembangan dr. Soebandi. Semita merencanakan akan membangun gedung hemodialisis, membuka layanan radioterapi, dan memperkuat layanan bedah jantung. “Mohon dibantu supaya Rumah Sakit dr. Soebandi ini lebih cepat bisa mengejar Rumah Sakit Saiful Anwar di Malang,” katanya.
Mendengar itu, Muhammad Khozin berjanji akan mengupayakan anggaran dari pusat untuk RSD dr. Soebandi. “Insyaallah kita akan berupaya. Apalagi rumah sakit ini sudah ada mulai dari sebelum saya lahir. Kami juga punya sejarah panjang. Keluarga besar kami juga banyak yang dirawat di sini. meninggal di sini juga banyak,” katanya.
Khozin menilai dr. Soebandi seharusnya berjalan beriringan dengan dua rumah sakit daerah di Surabaya dan Malang sebagai rumah sakit rujukan Jawa Timur bagian Timur. Dia meminta kepada Semita untuk membuat daftar kebutuhan dr. Soebandi yang akan diperjuangkannya dalam sidang pembahasan tahun anggaran 2026. [wir]






