Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait tidak suka pejabat Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, hanya di kantor. Dia membuka pintu bagi para pejabat untuk ke Jakarta, namun dengan syarat.
“Saya tidak senang kalau Kepala OPD sering di kantor, hanya mengurusi administrasi belaka. Saya minta Anda gesit,” kata Fawait, saat berpidato dalam acara pelantikan 17 pejabat definisif eselon II di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (19/5/2025).
“Saya senang kalau Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab sering di Jakarta, asalkan pulangnya bawa program. Walaupun sekarang efisiensi, Presiden sangat paham. Kalau memang Anda berangkat ke Jakarta, tapi pulangnya bawa program, saya support,” kata Fawait.
Fawait siap memintakan izin para pejabat yang sering ke Jakarta itu kepada pimpinan DPRD Jember. “Kalau perlu saya akan minta beliau-beliau menemani Anda untuk ke Jakarta, mengakses program-program di pemerintah pusat,” katanya.
Kemampuan para pejabat itu untuk melobi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat agar mau menggelontorkan dana untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember akan menjadi salah satu aspek kinerja yang dinilai Fawait.
Selain kemampuan melobi, peningkatan pelayanan terhadap masyarakat juga harus meningkat, Evaluasi akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Jika selama enam bulan kinerja Kepala OPD tidak maksimal, Fawait akan kembali melakukan pergeseran.
Apalagi, masih ada sejumlah kursi jabatan kosong yang dijabat pelaksana tugas. Rencananya Fawait akan mengisi sejumlah jabatan di eselon III dan IV pekan depan. “Ya mungkin termasuk pelaksana tugas. Tenang saja. Masa iya selesai satu hari,” katanya.
Lelang jabatan eselon II juga akan dilaksanakan tahun ini juga. “Pasti tahun ini sesuai izin dari Mendagri tentunya.” kata Fawait. [wir]






